JABAR EKSPRES – BP Cekungan Bandung menyampaikan informasi mengenai dampak kerusakan yang disebabkan oleh perubahan fungsi lahan, yang mengakibatkan minimnya penyerapan air di wilayah Bandung Utara.
Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang mengatakan BP Cekungan Bandung juga setuju dengan poin yang disampaikan oleh WALHI. Bencana di Bandung Raya diakibatkan oleh deforestasi dan degradasi di Kawasan Bandung Utara yang semakin intensif seiring berjalannya waktu.
“Pembangunan di KBU dinilai mengalihfungsikan kawasan yang memiliki signifikansi penting,” ungkap Wahyudin.
Baca Juga:Peningkatan Sarana dan Prasarana SMPN 13 Citeureup, Warga Inginkan Jadi Prioritas UtamaKetahanan Pangan Kota Cimahi Tahun 2024 Terjamin, Dispangtan Berikan Pernyataan Positif
“Artinya ketika kawasan KBU itu semakin mengalami kerusakan, maka semakin akan mendekatkan kerusakan ekologi yang cukup serius dan akan mengakibatkan terhadap potensi ancaman keselamatan masyarakat di kawasan bawah,” tegasnya.
Dan yang paling penting, tambah Wahyudin, kawasan tersebut berada dalam administrasi empat kabupaten, di mana Kabupaten Bandung Barat memiliki peran signifikan. Kawasan-kawasan yang termasuk dalam Kabupaten Bandung Barat juga meliputi wilayah Bandung Utara.
“Fungsi resapan air kembali dan memiliki fungsi konservasi bagi ekologi maupun keselamatan masyarakatnya kedepan,” tandasnya. (Mong)
