JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, musibah yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, dengan magnitudo 4,8 dan kedalaman 5 kilometer 31 Desember 2023 kemarin, termasuk pada kategori gempa bumi yang merusak.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, sepanjang periode 2023, pihaknya melihat sedikitnya 3 zona yang sangat aktif gempa di wilayah Provinsi Jawa Barat.
“Zona aktivitas gempa Swarm di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang dan Nanggung Kabupaten Bogor,” kat Rahayu kepada Jabar Ekspres, Senin (1/1).
Baca Juga:Satu Sekolah di Arcamanik Diduga Ilegal, Palsukan Tanda Tangan Izin Pembangunan 12 Penduduk Sekitar?Awali 2024, Bupati Bandung Harap Majalaya ‘Kota Dolar’ Kembali Berjaya
Dia melanjutkan, zona lainnya yakni Cianjur dengan Sesar Cugenang dan Zona Sesar Garut Selatan (Garsela), yang dinilai memicu gempa di wilayah Kabupaten Garut hingga Kabupaten Bandung.
Rahayu atau akrab disapa Ayu mengungkapkan, terdapat 107 kali gempa bumi yang dirasakan, di antaranya terdapat 7 gempa bumi yang dikategorikan merusak.
Berikut kejadian gempabumi merusak yang terjadi di wilayah jawa barat dalam periode tahun 2023:
1. Gempa bumi Kabupaten Bandung, 28 Januari 2023 dengan magnitudo 4,0 dan kedalaman 5 kilometer.
2. Gempa bumi Kabupaten Garut, 1 Februari 2023 dengan magnitudo 4,3 dan kedalaman 3 kilometer.
3. Gempa bumi Kabupaten Sukabumi, 28 Februari 2023 dengan magnitudo 4,0 dan kedalaman 3 kilometer.
4. Gempa bumi Kabupaten Sukabumi, 8 Desember 2023 dengan magnitudo 4,0 dan kedalaman 5 kilometer.
5. Gempa bumi Kabupaten Sukabumi, 14 Desember 2023 dengan magnitudo 4,6 dan kedalaman 5 kilometer.
6. Gempa bumi Kabupaten Sumedang, 31 Desember 2023 dengan magnitudo 4,1 dan kedalaman 7 kilometer.
7. Gempa bumi Kabupaten Sumedang, 31 Desember 2023 dengan magnitudo 4,8 dan kedalaman 5 kilometer.
Sementara itu, pasca bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sumedang, penanganan tengah diupayakan oleh pemerintah.
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman, menyampaikan, tim dari Dinas PUTR sedang melakukan asesmen terutama terhadap bangunan RSUD Sumedang, khususnya tiga bangunan yang sangat terdampak, yakni VIP, paviliun dan ruang Sakura RSUD.
“Sebanyak 108 orang pasien dievakuasi ke depan RSUD, sementara 45 orang pasien di halaman belakang RSUD,” bebernya.
Baca Juga:BMKG Catat 1.155 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Periode 2023, Ini Faktor PenyebabnyaPertigaan Simpang Sadu Soreang Padat Kendaraan, Polresta Bandung: Sudah 4 Kali One Way
Melansir dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, akibat gempa bumi yang melanda tercatat sebanyak 138 rumah rusak ringan, 110 rusak berat, dan 456 pengungsi.
Diketahui, selain asesmen di RSUD, tim Dinas PUTR juga melakukan penilaian bangunan rumah warga yang terdampak di Kecamatan Cimalaka, Sumedang Utara, dan Kecamatan Sumedang Selatan.
