Operasi Pasar Murah dan GPM Belum Mampu Stabilkan Harga Beras dan Cabai Merah

Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat menggelar operasi pangan murah di wilayah Kecamatan Padalarang. Kamis (30/11).
Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat menggelar operasi pangan murah di wilayah Kecamatan Padalarang. Kamis (30/11). (Foto: Suwitno/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Harga beras serta kebutuhan pokok lainnya seperti cabai merah hingga saat ini masih dinilai tinggi. Saat ini harga beras masih menginjak Rp14.500 per kilogram untuk premium dan Rp13.000 untuk medium.

Sementara pada kegiatan operasi pasar atau gerakan pangan murah (GPM) yang digencarkan Pemda Bandung Barat, beras kelas medium dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram.

Namun demikian, operasi pasar murah serta GPM yang dilakukan Pemda Bandung Barat belum mampu menekan tingginya harga beras dan cabai merah. Hal ini disebabkan karena rasio kebutuhan masyarakat dengan kegiatan operasi pasar masih tidak seimbang.

Baca Juga:Akhir Perjalanan Skandal Oknum ASN RSUD Asih HusadaPapan Reklame Caleg DPRD Kota Bogor Roboh, Timpa Lapak Pedagang Sate dan Motor

Kondisi tingginya harga beras ini menyebabkan masyarakat mengeluh, terutama yang tinggal di pelosok dan berpenghasilan kecil.

“Beras mahal, cabe merah dan bawang merah pun sama mahal. Ada program dari pemerintah emak mah belum dapet,” ujar Cucu Rohayati (78) warga Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, KBB kepada wartawan, Kamis (30/11/2023).

Diketahui sebelumnya, Harga cabai merah di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus melambung hingga mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Pantauan di Pasar Tradisional Tagog Padalarang, Rabu (29/11/2023), harga cabai merah Rp 110.000 per kilogram. Sementara untuk cabai lokal Rp 100.000 per kilogram cabai dari Jawa.

“Di pasar sudah mahal, tapi sudah enggak kuat belanja ke pasar. Belanja paling diwarung,” ucapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Rohayati hanya mengandalkan uang dari cucu-cucunya yang berkerja sebagai buruh lepas harian.

Menurutnya, tingginya harga beras serta kebutuhan lainnya membuat Rohayati harus memotar otak agar uang yang diberikan oleh cucunya bisa mencukupi hingga akhir bulan.

Baca Juga:Mobil Ugal-ugalan di Sukabumi ‘Kirim’ 4 Orang Menuju RSWarlok Protes Aksi Buruh di Cikarang Barat, Jawaban Buruh Bikin Sakit Hati!

“Saya hanya tinggal dengan cucu saya. Saya mengurus 5 anak, 2 diantarabya sudah bekerja dan penghasilannya pun pas-pasan. Berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil,” katanya.

Selain Rohayati, para pedagang di pasar pun mengeluhkan dengan tingginya harga kebutuhan pokok. Harga cabai yang terus mengalami kenaikan diantaranya, cengek domba dijual Rp100.000/kg kemudian cabai tanjung harga jualnya Rp100.000/kg, sementara cabai merah keriting dijual Rp80.000/kg dari asalnya Rp70.000/kg.

0 Komentar