Operasi Pasar Murah dan GPM Belum Mampu Stabilkan Harga Beras dan Cabai Merah

Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat menggelar operasi pangan murah di wilayah Kecamatan Padalarang. Kamis (30/11).
Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif saat menggelar operasi pangan murah di wilayah Kecamatan Padalarang. Kamis (30/11). (Foto: Suwitno/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Harga normalnya Rp60.000/kg. Sejak beberapa hari terakhir terus alami kenaikam sampai pada harga Rp100.000/kg,” ujar Enung (51) salah seorang pedagang.

Akibat kenaikan harga itu, kata Enung, daya beli masyarakat, terutama dari konsumen tetap seperti rumah makan, menurun.

“Mereka mengurangi pembelian ke para pedagang cabai di pasar. Jadi kami enggak berani pasok cabai banyak-banyak,” katanya.

Baca Juga:Akhir Perjalanan Skandal Oknum ASN RSUD Asih HusadaPapan Reklame Caleg DPRD Kota Bogor Roboh, Timpa Lapak Pedagang Sate dan Motor

“Angka penjualan cabai pun merosot hingga 50 persen. Kepengen harganya ya stabil lagi aja,” tandasnya.

Sedangkan untuk harga beras saat ini yang termurah dijual Rp12.800/kg dan yang termahal Rp14.500/kg. Harga itu sudah mengalami kenaikan sejak beberapa bulan dan belum mengalami penurunan. Akibatnya pedagang juga mengurangi stok di toko karena jumlah pembeli juga mengalami penurunan, dari asalnya 3 ton jadi hanya 1 ton.

“Kalau normal harga yang paling bagus Rp13.000/kg dan yang murah Rp11.000/kg. Sekarang kalau pelanggan rumahan gak ada yang beli karungan, paling beli 5-10 kg. Paling parah kalau lagi musim bansos dibagikan, penjualan bisa drop sampai 40%,” kata pedagang beras di Pasar Padalarang, U Daryana (55).

Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengatakan, GPM ini digeular guna menstabilkan harga bahan pangan serta untuk menekan laju inflasi.

“Ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, dengan memberikan subsidi mengajak mitra mitra kita menjual barang yang lebih murah,” ujar Arsan saat ditemui di Ciburuy, Selasa (28/11/2023).

Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BULOG untuk pelaksanaan kegiatan operasi pasar murah dan GPM untuk menekan laju inflasi.

Disinggung terkait ketersediaan pangan di KBB, Arsan menegaskan, stok pangan dan harga beras di wilayahnya hingga saat ini masih cenderung aman dan terkendali.

Baca Juga:Mobil Ugal-ugalan di Sukabumi ‘Kirim’ 4 Orang Menuju RSWarlok Protes Aksi Buruh di Cikarang Barat, Jawaban Buruh Bikin Sakit Hati!

“InshaAllah sudah mulai terkendali karena sudah ada 245 ton yang sudah kita beli dari bulog dengan harga yang lebih murah dan disebarkan kepada masyarakat,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar