Bangun Perspektif Akademik, Nobar dan Diskusi Film Dokumenter Pesta Babi Digelar di Unpad Jatinangor Sumedang

Momen ketika ratusan mahasiswa tengah fokus menyaksikan film dokumenter Pesta Babi di kampus Unpad Jatinangor,
Momen ketika ratusan mahasiswa tengah fokus menyaksikan film dokumenter Pesta Babi di kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Padjajaran (Unpad), gelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi sekaligus diskusi bersama di kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Rabu (20/5/2026).

Diketahui, nobar sekaligus diskusi bersama terkait film dokumenter Pesta Babi tersebut berlangsung di Aula Fakultas Seni dan Budaya Unpad kampus Jatinangor.

Ketua Himpunan Mahasiswa Paacasarjana Unpad, Enaldi mengatakan, kegiatan yang dilakukan sengaja dibentuk agar bukan sekadar nobar, tapi juga menghadirkan narasumber untuk diskusi akademik.

Baca Juga:Didatangkan dari Bima NTB, Sapi Kurban di Cibinong Bogor Dibanderol Rp15 Juta hingga Rp45 JutaPemkab Tasikmalaya Resmi Luncurkan KURDA Nol Persen, Solusi Modal Usaha Tanpa Bunga

Antusiasme pun cukup tinggi, dari QR Code yang dibuat untuk verifikasi daftar hadir saja sudah ada 350 mahasiswa, ditambah kehadiran yang on the spot alias langsung ke lokasi, sehingga total hampir mendekati angka 400 orang turut ikut nobar sekaligus diskusi tentang film dokumenter Pesta Babi.

“Jadi yang pertama sebenarnya kami ingin menjadikan kampus ini sebagai ruang diskusi terbuka, untuk seluruh mahasiswa,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di lokasi.

Enaldi juga berharap, dengan digelarnya kegiatan ini, mahasiswa tak hanya berpegang pada satu perspektif saja, tapi juga menumbuhkan perspektif lain yang dibangun lewat diskusi akademik.

“Kita mencoba mengelaborasi kegiatan seperti ini hadir di kampus dengan cara pendekatan-pendekatan akademik. Jadi kami berharap diskusi ini memberikan perspektif yang berbeda,” bebernya.

Mengingat pemutaran film dokumenter Pesta Babi dilakukan di lingkungan kampus, maka ujar Enaldi, yang harus hadir adalah perspektif akademik.

“Jadi kami mencoba mengelaborasi dengan menghadirkan beberapa narasumber yang bagi kami relevan dan punya kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan nobar sekaligus diskusi film dokumenter Pesta Babi itu, diketahui ada dosen departemen hukum lingkungan, tata ruang dan agraria Unpad Dr. Nadia Astriani, dosen sosiologi pedesaan dan kebijakan Unpad Dr. Tomi Setiawan, kemudian ada dosen komunikasi, jurnalistik dan media dokumenter Unpad, Dr. Abie Besman.

Baca Juga:Anaknya Mau Masuk SD, Puluhan Orang Tua Murid TK Mutiara Bunda Belajar Parenting60 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang dalam Kebakaran Peternakan di Cariu Bogor

“Kami mencoba membangun dalam perspektif misalnya kebijakan publik, sosiologi perdesaan, kemudian kami juga ingin ini dibedah dalam perspektif lingkungan, hukum agria, dan lain-lain,” ucap Enaldi.

“Kemudian kami juga coba ini dengan pendekatan misalnya jurnalistik, media massa, agar bagaimana kemudian opini itu berkembang di publik, tapi dengan cara-cara akademik,” lanjutnya.

0 Komentar