JABAR EKSPRES – Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo menyebut adanya penyelenggaraan Piala Dunia U17 di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bandung merupakan pengalaman pertama baginya.
Menurutnya kerjasama kepolisian dengan FIFA berkaitan dengan pengamanan jalannya pertandingan betul-betul dijadikan ajang pembelajaran dalam menggelar event internasional seperti Piala Dunia.
Seperti sebelum masuk ke dalam tribun stadion FIFA menyiapkan dua layer sehingga para penonton yang masuk sudah benar-benar steril.
Baca Juga:Kecewa! Tuntutan Penetapan UMP 2024 Ditolak, Buruh di Jabar akan Gelar Demo Besar?Piala Dunia U-17 Berakhir, Kepolisian Sebut Tak Ada Tindakan Kriminal di SJH
“Ada dua layer, sehingga yang masuk itu benar-benar sudah steril seperti body checking yang dilakukan betul-betul diberikan satu row untuk satu orang sehingga pemeriksaan body checking itu sangat teliti sehingga yang masuk kedalam itu yang harus steril,” katanya.
Hal tersebut pun kata Kusworo bisa ditiru untuk melakukan pertandingan lokal sehingga keamanan dan kenyamanan bisa seperti yang dilakukan FIFA.
“Kemudian juga penjualan tiket yang detail per tiket, per orang dengan Id card dengan tanda pengenal ini juga bisa kami coba tiru, sehingga pertandingan lokal yang biasa kami lakukan juga bisa seaman, dan senyaman, sedetail yang dilakukan oleh FIFA,” terangnya
Ditanya mengenai tanggapannya setelah gelaran ini selesai, Kusworo mengatakan sangat senang dan berbangga karena ini menjadi pengalaman baru.
“Lega, senang sedikit berbangga dan jadi pengalaman baru. Dan tentunya kami senang bisa bermanfaat membawa harum nama Indonesia bisa memberikan pengamanan pertandingan seperti yang telah kami lakukan selama ini,” ungkapnya.
Selain itu, dalam pengamanan selama gelaran Piala Dunia U17, kata Kusworo kepolisian diberikan akses oleh FIFA agar selalu standby di VOC yang berada di tribun barat sebelah atas di bagian VVIP dan terus mengawasi jalannya pertandingan melalui CCTV dan pantauan langsung
