“Kenapa tidak, kita buat rangkanya, mesinnya kita gunakan mesin lokal,” tukas Endang.
Ide tersebut disambut baik oleh Galang, hingga akhirnya pembuatan rangka Malika berjalan.
“Saya belum pernah lihat mini GP secara langsung, sama sekali. Bagaimana bentuk sasis, peletakan mesin, bahkan riding style, dan riding positionnya,” kata Endang.
Baca Juga:Kedubes Amerika Datangi Bule yang Bunuh Mertuanya di Kota BanjarKomplotan Curanmor Lintas Wilayah Dibekuk Polsek Tajurhalang, Pakai Jimat Biar Sukses
Dia mengaku, hanya mempelajari dari pengalaman balap Galang, dan meminta data tentang ukuran motor yang digunakan.
“Saya cuma minta data dari Galang saya pelajari, hingga mencari geometri motor agar ideal,” ujar Endang.
Saat coba untuk pertama kalinya, ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Gilang Hendra yang mencoba untuk pertama kalinya Malika, berdecak kagum.
“Dia bilang, rasa mengendarai Malika sama seperti yang ditungganginya di Italy,” tutur Endang.
Terus mengembangkan Malika Racing, melalui edukasi ke masyarakat, riset, dan pelatihan rutin Malika Racing terus berkontribusi terhadap dunia balap Indonesia.
Saat ini Malika Racing sudah memproduksi rangka motor balap standar nasional dengan berbagai ukuran.
“Kita juga akan melakukan fitting untuk menyesuaikan riding style, dengan menyesuaikan stang, footstep, dan dudukan pembalap,” beber Endang.
Baca Juga:Ngeri! Napi di Lapas Banjar Punya Pistol dan 13 Amunisi Tajam di Dalam Sel Tahanan“Dawn of Champions”: Turnamen Esports PVP Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah!
Untuk pemesanan ring 10, hanya menggunakan mesin tidur, seperti yang biasa digunakan motor bebek. Tapi ingin menggunakan ring 12 keatas, selama mesin bawaan pabrikannya single piston mulai dari 150 cc, sampai 250 cc bisa masuk.
“Saya teringat pesan Galang Hendra Pratama, dia meminta agar Malika terus dikembangkan, karena sangat berdampak baik bagi perkembangan balap tanah air,” pungkas Endang. (Mg10)
