JABAR EKSPRES – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, dengan tegas membantah rumor penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri Erick Thohir menjelaskan bahwa meskipun tidak ada rencana untuk menghapus Pertalite, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa subsidi BBM ini tepat sasaran, terutama untuk kelompok masyarakat berpenghasilan menengah.
Erick Thohir menjelaskan bahwa fokus pemerintah pada penggunaan Pertalite oleh masyarakat menengah adalah untuk memastikan bahwa BBM subsidi ini benar-benar bermanfaat bagi mereka.
“Itulah mengapa yang namanya pertalite tetap ada,” ucapnya.
Baca Juga:Puluhan Orang di Jakarta Gelar Aksi Solidaritas untuk Mendesak Pemerintah Lakukan Penyelesaian dan Penjelasan Kasus MunirKisah Dramatis Mantan Tentara yang dengan Cerdik Kabur dari Sel Penjara Inggris
Selain itu, Menteri BUMN ini juga mengajak masyarakat yang menggunakan bahan bakar fosil untuk berpartisipasi dalam upaya penekanan polusi udara.
Dia mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, seperti bioetanol, merupakan salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Dalam program tersebut, BBM dengan RON 90 seperti Pertalite akan diganti dengan RON 92 yang dicampur dengan bioetanol menjadi Pertamax Green 92.
Berikut ini merupakan dampak positif dan negatif jika pertalite ditiadakan.
Dampak positif
Penghapusan pertalite dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, terutama di sektor transportasi.
