JABAR EKSPRES – Badan antariksa India berencana untuk meluncurkan sebuah satelit untuk mempelajari Matahari, menyusul pencapaian bersejarahnya dalam mendaratkan wahana di dekat kutub selatan Bulan.
Satelit yang diberi nama Aditya-L1 ini akan mengamati korona Matahari, lapisan terluar atmosfer Matahari yang membentang jutaan kilometer ke luar angkasa.
Misi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang dinamika Matahari dan dampaknya terhadap iklim Bumi. Peluncurannya dijadwalkan pada tahun 2024, menurut Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO).
Baca Juga:Yunani Sedang Berjuang Melawan Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah EropaPrancis Larang Penggunaan Abaya Karena Dinilai Bertentangan dengan Prinsip Dasar Negara
Wahana ini akan ditempatkan di orbit halo, jenis orbit khusus yang memungkinkannya untuk tetap berada di posisi yang tetap terhadap Matahari dan Bumi, pada jarak sekitar 1,5 juta kilometer (930.000 mil) dari planet kita.
Hal ini akan memungkinkan Aditya untuk memiliki pandangan yang konstan dan jelas dari permukaan dan atmosfer Matahari.
Di antara beberapa tujuan, wahana ini akan mempelajari faktor pendorong cuaca antariksa, termasuk untuk lebih memahami dinamika angin matahari.
Meskipun NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) sebelumnya telah menempatkan pengorbit untuk mempelajari Matahari, ini akan menjadi misi pertama bagi India.
