Ribuan Bonek Hadir ke GBK Mendukung Persebaya Surabaya Meski Sudah Dilarang

JABAR EKSPRES- Meskipun ada larangan menghadiri laga tandang, ribuan suporter Persebaya Surabaya atau Bonek tetap datang ke (GBK) Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (30/7/2023) untuk menyaksikan laga melawan tuan rumah, Persija Jakarta. Pantauan Kompas.com menunjukkan bahwa sejumlah bonek berkumpul di kawasan Basket Hall GBK pada pukul 18.00 WIB.

Polda Metro Jaya telah menyiapkan 3.095 personel gabungan untuk mengamankan laga lanjutan Liga 1 musim 2023/2024 antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa personel tersebut terdiri dari 2.685 personel Polri, 244 personel TNI, dan 166 unsur pemda, diluar stewards di dalam stadion yang berjumlah 636 orang.

BACA JUGA: Rekrutan Anyar Persib Levy Madinda Sudah Bisa Bermain Lawan Bali United

Selain menyusun pola pengamanan, Trunoyudo juga menjelaskan tentang pola preventif atau pencegahan dengan memperhatikan dinamika yang ada di lapangan. Personel Polda Metro Jaya ditempatkan pada beberapa titik kedatangan suporter yang bukan merupakan suporter tuan rumah.

Trunoyudo mengimbau kepada suporter tim tamu untuk tidak perlu hadir langsung di stadion demi menjaga keamanan dan ketertiban. Dia menyarankan agar suporter tersebut kembali ke daerah masing-masing dan menggelar nonton bareng di daerahnya masing-masing.

Pertandingan tersebut akan mempertemukan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya tetapi pertandingan tersebut dimenangkan oleh Macan Kemayoran dengan skor 1-0 melalui gol Ryo Matsumura. Sementara mengenai Bonek di GBK Pelatih Persebaya Aji Santoso mengatakan.

BACA JUGA: Kalah Lagi, Manchester United Tidak Berkutik di Hadapan Borussia Dortmund

Bahwa melarang suporter untuk datang ke laga tandang merupakan hal yang sulit. Meski demikian, manajemen klub sudah memberikan larangan tersebut, namun tetap ada yang nekat untuk pergi ke tandang.

“Cukup susah, memang federasi melarang ikut. Seharusnya tiket jangan dikasih kalau tidak boleh nonton. Kami sudah mengimbau tidak bisa ada suprter away tapi tiketnya juga dijual. Saya tidak usah komentar soal itu makanya kalau hukum harus dilihat-lihat,” kata Aji, Minggu (30/7).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan