JABAR EKSPRES – Produsen mobil asal Swedia, Volvo Cars, mencatatkan keuntungan sebelum bunga dan pajak sebesar 6,4 miliar krona atau sekitar Rp9,3 triliun pada kuartal kedua tahun 2023. Selama periode tersebut, penjualan mobil listrik (EV) Volvo meningkat sebesar 178 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Meskipun penjualan mobil listrik meningkat, Volvo menyebutkan bahwa kenaikan harga lithium untuk baterai berdampak pada kinerja mereka, dan harga lithium mencapai puncaknya pada akhir tahun 2022.
Namun, Volvo memperkirakan dinamika ini akan berubah saat mereka memasuki paruh kedua tahun 2023, karena diharapkan harga lithium akan lebih rendah dan mereka akan menyadari dampak kenaikan harga mobil listrik pada tahun 2024. Akibatnya, margin keuntungan dari penjualan mobil listrik sepenuhnya diperkirakan akan meningkat pada kuartal mendatang.
Baca Juga:Tutorial Handal Merawat Super Cab DFSKKontes Ternak dan Ekspo Pangan Murah Akan Digelar di Kiara Payung
Dalam segi kinerja operasional, Volvo Cars mencatatkan pendapatan sebesar 102,2 miliar krona pada kuartal kedua, yang meningkat 43 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Penjualan global yang kuat juga meningkat sebesar 25 persen menjadi 178.800 unit.
