Amerika Serikat Klaim Tidak Terlibat dalam Upaya Kudeta Grup Wagner di Rusia

Amerika Serikat Klaim Tidak Terlibat dalam Upaya Kudeta Grup Wagner di Rusia
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam aksi pemberontakan Grup Wagner di Rusia. (Foto: Wikimedia Commons)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi pemberontakan Grup Wagner membuat Amerika Serikat angkat bicara. Washington menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak ikut campur perihal aksi pemberontakan tentara bayaran tersebut.

Pucuk pimpinan Amerika Serikat sendiri, Presiden Joe Biden, memberikan komentar perihal keterlibatan pihak-pihak asing dalam aksi pemberontakan tersebut.

“(Presiden Rusia) Vladimir Putin tidak punya alasan untuk menyalahkan ini pada Barat atau NATO,” ungkap Biden dalam acara di Gedung Putih, Senin, 26 Juni 2023.

Baca Juga:Sidang Perdana Johnny G Plate, Tim Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi, Hakim Peringatkan Ini12 Kota Kuno Suku Maya yang Diketahui dan Sangat Bersejarah

Presiden Joe Biden tetap dalam sikap bahwa pemberontakan tentara bayaran tersebut merupakan implikasi tindakan Rusia terhadap Ukraina.

Dalam keterangan resminya, pihak Rusia sendiri bahkan menilai aksi pemberontakan tentara Wagner ini merupakan upaya kudeta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev.

Menurutnya, apa yang dilakukan kelompok paramiliter yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin adalah pemberontakan yang sudah direncanakan.

“Terungkapnya peristiwa terkini menunjukkan bahwa tindakan oleh individu yang mengorganisir pemberontakan bersenjata benar-benar sesuai dengan rencana kudeta yang dipikirkan dengan matang dan terorganisir,” tambahnya.

Ia mengamati bahwa aksi pemberontakan Grup Wagner ini dibekingi oleh individu-individu yang profesional.

“Mengingat tingkat kesiapan rencana yang tinggi, koordinasi tindakan yang profesional, manajemen kualitas pergerakan pasukan, adalah mungkin untuk berbicara tentang rencana militer yang dipikirkan dengan matang dan partisipasi dalam pemberontakan individu yang sebelumnya bertugas di elit. unit Angkatan Bersenjata Rusia atau, sangat mungkin, spesialis asing juga,” ungkapnya lebih lanjut.

0 Komentar