Masjid Agung Kota Bandung Dulu dan Kini

Masjid Agung Bandung Zaman Dulu di dalam buku Sudarsono Katam Album Bandoeng 1845-1910-an. (AKMAL FIRMANSYAH/JABAR EKSPRES)
Masjid Agung Bandung Zaman Dulu di dalam buku Sudarsono Katam Album Bandoeng 1845-1910-an. (AKMAL FIRMANSYAH/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

Boca- bocah kecil riang bahagia bermain bola. Mereka menendang, mereka girang. Mereka tertawa lepas meski rasa lapar dan haus dikarenakan berpuasa. Tapi menghabiskan waktu dengan bermain bola itu salah satu pilihan seru. Tak sempat bertanya pada mereka, tapi hal bahagia berlari-lari, menendang, terguling-guling dirasakan juga oleh Yanto (41) yang kebetulan sedang mengasuh cucu di teras Masjid Agung Alun-Alun Bandung yang kini sudah dibuka kembali. “Alhamdulillah, bisa ngajak main lagi cucu,” sahut Yanto. 

AKMAL FIRMANSYAH, Bandung, Jabar Ekspres

SELAIN Yanto, ada sepasang suami istri tampak sumringah. Mereka bahagia yang selama ini dinanti, ternyata kunjung datang, bahkan karena penasaran dengan postingan di media sosial, oh ternyata memang sudah dibuka. “Dapet info dari medsos, langsung aja ke sini,” tutur Feri yang kemudian berswafoto kembali dengan anak dan istrinya.

Semenjak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bandung membuka kembali Taman Alun-Alun Bandung, Sabtu 25 Maret 2023 lalu, banyak warga bahagia, mereka berbondong-bondong datang tak peduli mau gerimis, sembari menanti magrib berkumandang, alun-alun menjadi tempat ngabuburit pilihan warga Bandung saat dulu bahkan hingga kini.

Lalu sebetulnya sejak kapan sih ada taman Alun-Alun Bandung?

Baca Juga:Perlintasan Kereta Api di Cimindi Ditutup Tiga HariCipta Kerja Mengancam Kesenjangan Sosial

Sudarsono Katam dalam buku Album Bandoeng En Omstreken (2015) mengatakan merupakan salah satu ciri khas pusat kota dan ciri kota-kota tradisional di Pulau Jawa.

“Alun-Alun Bandung dibuat bersamaan dengan pembangunan Kota Bandung ketika Ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak ke Cikapundung Hilir tahun 1810. Di sisi alun-alun dapat dipastikan selalu berdiri masjid kota dan pendopo kabupaten,” tulis Sudarsono.

Menurutnya, sebelum sekarang disebut taman alun-alun yang merupakan halaman Masjid Raya Bandung, alun-alun Kota Bandung selalu berganti rupa.

“Dimulai dari lapangan terbuka (1810), taman kota beralas rumput (1950), taman kota beralas beton (1960), dan sekarang menjadi taman kota bernama taman alun-alun, yang menjadi halaman Masjid Raya Jawa Barat,” sebut Sudarsono.

Tak jauh dari Taman Alun-Alun Bandung , bangunan Masjid Agung Raya Jawa Barat terlihat sangat jelas. Dua menara yang menghandap ke halaman masjid semakin indah, dahulu orang berbondong-bondong juga menaiki menara Masjid agung melalui lift.

0 Komentar