JABAR EKSPRES – Mendahulukan berbuka puasa atau shalat maghrib? Itu adalah polemik yang kita rasakan sebagai ummat Islam saat ini. Satu sisi ingin menyantap hidangan yang telah tersaji, di sisi lain harus melaksanakan shalat maghrib yang waktu untuk melaksanakannya cukup singkat.
Lalu, bagaimanakah seharusnya adab kita ketika waktu berbuka puasa datang?
Berdasarkan ajaran Rasulullah SAW., ada tiga poin yang bisa kita ambil dan menjadikan hal ini sebagai pelajaran perihal adab Rasulullah SAW. saat berbuka puasa.
Menyegerakan Berbuka Puasa
Rasulullah SAW. menganjurkan kita agar sesegera mungkin membatalkan puasa ketika adzan maghrib berkumandang. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW. dalam haditsnya sebagai berikut.
Dari Sahl bin Saad RA. berkata, Rasulullah SAW. bersabda:
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Baca Juga:Siapa Bilang Indonesia Ga Ada Padang Pasir, Ini Buktinya!Inilah Lokasi Takjil Gratis Di Bandung Timur, Udah Tahu Belum?
“Kaum muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari No. 1821 dan Muslim No. 1838)
Beberapa Riwayat menyebutkan bahwasanya Rasulullah SAW. mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil untuk membatalkan puasanya, seperti 3, 5, dan 7.
Melansir dari Kementerian Kesehatan RI, ternyata kurma memiliki banyak mafaat bagi Kesehatan. Kurma bisa melancarkan sistem pencernaan, menggantikan elektrolit yang hilang, dan mencukupi kebutuhan gizi dan kalori. Sedangkan air putih bermanfaat untuk menangkal racun yang ada di dalam tubuh.
Dari Anas bin Malik RA. berkata, Rasulullah SAW. bersabda:
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْ ﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
