Korban Bangunan

 

Rihlatul Ulfa

Tentang cadaver. bagus sekali jika seseorang mau mengabdikan tubuhnya untuk kemajuan fakultas kedokteran melalui jenazahnya. masalah hak milik tubuh ‘milik Tuhan’ biarlah itu jadi urusan dia dan Tuhannya. toh dosapun pertanggung jawaban atas dirinya dan Tuhan. ada seseorang yg mengatakan ingin jenazahnya di bakar untuk menjadi abu, mudah2an abu tersebut bisa menjadi pupuk yg subur bagi tanah dibumi. begitu katanya, duh saya sangat tersentuh. jika saja semua yg ada ditubuh ini bisa ‘dikasih’ oleh orang lain tanpa ada ‘dikte agama sebelumnya’ bisa dibayangkan manusia benar2 membantu menolong manusia untuk hidup lebih baik kedepannya.

 

munawir syadzali

Cintailah org yg kamu cintai seperlunya, bisa jd suatu hari nanti akan menjadi musuhmu, dan bencilah org yg kamu benci sepatutnya, karena bisa jadi suatu hari kelak akan menjadi yg kau cinta

 

Mbah Mars

Jangan jadi politisi kalo masih berprinsip “Dadi godhong ora arep nyuwek dadi banyu ora arep nyawuk”

 

yea aina

Dunia politik penuh dengan intrik. Kalau jadi daun ya daun talas Mbah, kena air tanpa basah. Jadi air ya air syrop atau air kopi, siapa yang kuat menolak kalau disuguhkan?

 

Jimmy Marta

Kita akan segera menikmati adu pintar. Antara penyidik dg lawyer kondang HP. Jurus pertama sudah dikeluarkan. Disebut ada fakta baru. BB 5kg masih utuh di jaksa. TM dan HP akan bermain di BB 36,4 kg yg dibakar hangus. Padahal disitu termasuk 5kg tawas. Tentu dalam berita acara pemusnahan bb tidak ada penggantian dg tawas. Pihak penyidik baru sekedar menangkis, mereka punya 4 bukti lain. Para tersangka D dan TM akan dikonfrontir. Entah lah ini jurus apa . Apakah td spt bharada E dipertemukan dg FS. Takut?. Mestinya ini beda. Ini akbp vs bintang dua. Namun hati2, ini HP lawyer bintang lima.

 

yea aina

 

Peti undi transparan menghasilkan lima golongan, beda dengan kotak kardus digembok, membuahkan tiga golongan: cebong, kampret dan indukan bongpret kwkwkw.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan