Prajurit TNI Penendang Aremania Minta Maaf, Begini Proses Hukum yang Diberlakukan

Prajurit TNI Penendang Aremania Minta Maaf, Begini Proses Hukum yang Diberlakukan
Prajurit TNI Penendang Aremania Minta Maaf, Begini Proses Hukum yang Diberlakukan - Ist
0 Komentar

“Nah kedatang kai meminta maaf kepada dek Rafi dan keluarga atas  tindakan yang dilakukan oleh anggota kami,” sambungnya.

Lanjutnya, Nurchahyanto memastikan jika prajurit tersebut sedang dilakukan proses pemeriksaan mendalam oleh Tim Penyidik Polisi Militer TNI AD.

“Kami pastikan bahwa anggota kami sedang dalam proses pemeriksaan,” tegas Nurchahyanto.

Baca Juga:Cek BSU Tahap 5 di Sini, Apakah Anda yang Mendapatkan?Kode Promo Gojek, GoRide, GoCar, dan GoSend Khusus Oktober 2022

Pangdam Nurchhyanto pun minta kepada Rafi untuk memastikan kondisi kesehatan usai insiden tersebut.

“Saya ingin memastikan kondisi dek Rafi ini seperti apa. Besok saya minta dek Rafi periksa ke RS. Soepraoen untuk diperiksa kesehatan,” ucap Nurchahyanto.

“Meski saat ini kondisinya sehat dan ada rasa nyeri sedikit, tetap kami meminta Dek Rafi memeriksakan kesehatan di RS milik TNI AD,” tambahnya.

Pangdam juga memberikan bantuan pengobatan gratis terhadap ayah Rafi yang saat ini sedang mengalami penempitan saraf.

Di sisi lain Panglima TNI Andika Perkasa secara tegas mengatakan, jika terduga prajurit TNI yang terlibat dalam tragedi Kanjuruhan tidak akan mengarah kepada disiplin.

Andika menegaskan, oknum prajurit TNI yang terbukti melakukan kekerasan dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur akan diberikan sanksi pidana.

“Itu sudah sangat berlebihan, bukan dalam rangka mempertahankan diri atau (yang lain) misalnya. Itu bagi saya masuk ke tindak pidana,” ujar Andika, Senin 3 Oktober 2022.

Baca Juga:Rudy Susmanto Usulkan Bonus untuk Ketua Cabor dan Manager di Ajang Porda JabarCara Transfer Saldo DANA ke GoPay dan Sebaliknya dengan Mudah

Andika melanjutkan, pihaknya melakukan investigasi mengenai kemungkinan keterlibatan beberapa oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan.

Sebagaimana terlihat dalam beberapa video yang beredar di tengah masyarakat.

“Ya, kami sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kami lanjutkan dengan proses hukum,” ujar Andika.

“Karena apa? Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan (prajurit TNI),” tambahnya.

Meskipun begitu, kata Andika, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan identitas oknum TNI tersebut. Andika lalu berjanji akan menyampaikan identitas terduga prajurit TNI itu maksimal pada besok sore.

“Kami di satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kami janji,” ujar Andika.

Selanjutnya, Panglima TNI itu juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat membantu pengusutan kasus ini.

0 Komentar