Buka Data: Tren Penindakan Kepolisian dalam Pemberantasan Perjudian di Indonesia

Editor:

JabarEkspres.com — Usai isu “Kaisar Sambo” menyita perhatian publik, kepolisian kian gencar membongkar kasus perjudian.

Pemberantasan kasus perjudian menyusul arahan tegas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pimpinan kepolisian Indonesia itu menyerukan bahwa bisnis gelap dan terlarang ini harus diberangus hingga ke akar.

Tak main-main, Jenderal Listyo secara tegas menyatakan bahwa ia akan mencopot anggota polisi, apa saja jabatannya, jika ikut bermain dalam bisnis gelap dan terlarang ini.

Melansir data yang dirilis Databoks Katadata, upaya kepolisian dalam memberantas bisnis gelap dan terlarang ini memang terlihat masif, dilihat dari tahun sekarang.

Bareskrim Polri telah menindak sebanyak 905 kasus perjudian di seluruh Indonesia semenjak Januari hingga Mei 2022.

Pada Januari, kepolisian telah melakukan penindakan atas kasus perjudian sebanyak 122 kasus.

Kemudian, sebanyak 190 kasus ditindak kepolisian pada Februari. 200 kasus pada Maret. 318 kasus pada April. Dan, 75 kasus pada Mei.

Dari data tersebut, ada tren kenaikan dari penindakan kepolisian terhadap perjudian. Melesat kencang pada April dan kemudian turun pada Mei.

Dalam rilis data tersebut, Polda Sumatera Utara menjadi satuan kerja kepolisian yang paling banyak menindak kasus perjudian, yakni sebanyak 134 kasus. Sementara itu Polda Jawa Timur berhasil menindak 99 kasus.

Lantas bagaimana dengan perjudian online?

Melansir data dari PPATK.GO.ID, laporan perjudian online cenderung mengalami peningkatan semenjak Januari hingga Juni 2022.

Januari – 262 laporan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.