oleh

Khutbah Jumat Singkat Tentang Pancasila, Untuk Peringati Hari Lahir Pancasila

Jabarekpres.com- Pada tanggal 1 Juni kemarin, negara Indonesia memperingati hari lahir Pancasila. Berikut adalah khutbah Jumat tentang pancasila.

Pada teks khutbah kali ini sesuai dengan tema dasar negara Indonesia yakni Pancasila.

Didalamnya akan membahas tentang 5 poin Pancasila yakni:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,serta
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

langsung saja, dibawah ini adalah contoh khutbah jumat tentang Pancasila yang di kutip dari laman islam.nu.or.id.

Khutbah Jumat tentang Pancasila

Khutbah Pertama

Innal hamda lillaah, nahmaduhuu wanastaiinuhuu wanastaghfiruh, wanauudzu billaahi min suruuri anfusinaa, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdillaahu falaa mudlillalah, waman yudlilhu falaa haadiyalah.

Asyhadu allaa Ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariikalah, waasyhadu anna Muhammadan abduhuu warasuuluh.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihii waash haabiihii ajmaiin.

Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.

Ya ayyuhaladzi naamanu, taqullooha haqqa tuqaatih, walaa tamuutunna illa waantum muslimuun.

Hadirin jamaah jumat Rokhimakumullah……

Mengawali khutbah pada siang hari ini, khotib berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangaNya.

Baca Juga:  Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Memanfaatkan Harta

Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad solallahu alaihi wassalam. Berserta keluarganya dan sahabatnya.

Semoga pada hari  kiamat nanti Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa’at dari beliau. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Selain meningkatkan ketakwaan, kita juga diperintah untuk senantiasa mensyukuri anugerah yang telah dilimpahkan dalam hidup kita.

Alhamdulillah, kita hidup di Indonesia. Sebuah negara sejuk dan indah yang berada di tengah garis Katulistiwa.

Sebuah negeri yang sangat kaya dengan beragam suku, bangsa, budaya, bahasa, dan agama. Syukur yang mendalam juga harus kita panjatkan kepada Allah swt karena di tengah keberagaman ini, kita juga masih bisa hidup damai, menjalankan segala aktivitas kehidupan sehari-hari serta dapat berbaur dalam perbedaan-perbedaan yang ada.

Ini semua merupakan karunia yang luar bisa dan tak ternilai harganya serta patut kita syukuri sehingga kita berharap Allah akan menambah lagi kenikmatan sebab kita mensyukurinya.

 

Semua nikmat damai yang kita rasakan saat ini, tidak terlepas dari perjuangan para pendiri bangsa yang telah meletakkan pondasi kuat untuk menjadi landasan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karenanya, kita juga harus senantiasa bersyukur dan berterimakasih kepada para pendahulu kita dengan berusaha sekuat kemampuan untuk mempertahankan kemerdekaan dan perdamaian sehingga bisa terus terwujud di negara ini.

Baca Juga:  Khutbah Jumat Singkat Tentang Mendatangi Dukun dan Peramal

Ungkapan syukur kepada para pendiri bangsa ini selaras dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Baihaqi:

Artinya: “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di antara kado istimewa yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia adalah hadirnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Dengan ideologi yang menjadi dasar negara, Pancasila mampu menyatukan keragaman yang ada dengan lima sila yang ada di dalamnya.

Jika dipahami secara mendalam, kelima sila yang ada dalam Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip dasar agama Islam.

Bahkan sila-sila yang ada dalam Pancasila selaras dengan firman-firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an.

Sila pertama yakni “Ketuhanan yang Maha Esa” selaras dengan firman Allah yang menegaskan keesaanNya dan memuat kandungan ketauhidan atau At-Tauhid. Hal ini selaras dengan Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas ayat 1.

Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

Selanjutnya sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” juga termaktub dalam Al-Qur’an yang berisi kandungan kemanusiaan atau Al-Insaniyyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.