Geger, Pohon Nangka Keluarkan Bau Busuk, Ternyata

Ilustrasi garis polisi dilokasi pemotor menabrakkan diri ke mobil.
Ilustrasi garis polisi dilokasi pemotor menabrakkan diri ke mobil.
0 Komentar

JABAREKSPRES.COM – Warga Pengasinan, Bojongsari, Kota Depok di buat geger dengan adanya bau busuk yang menyengat dari sebuah pohon nangka yang tumbuh di salah satu kebun di kawasan tersebut.

Bau yang cukup menyengat tersebut lantas ditelusuri beberapa warga, saat sampai di lokasi pohon, warga dikejutkan dengan temuan didepan mata mereka.

Di salah satu dahan di pohon tersebut ternyata ditemukan mayat seorang pria dalam kondisi tergantung, yang sudah membususk sehingga mengeluarkan bau menyengat, pada Jumat (20/5) kemarin.

Baca Juga:Lagi, Kemenag OKU Laporkan 6 Santri Jadi Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Pondok PesantrenKronologi Kecelakaan Bus Peziarah di Panjalu Ciamis, Libatkan 5 Kendaraan

Mayat tanpa identitas tersebut diketahui bukan warga sekitar, karena tidak ada satupun warga yang mengenalinya.

Lokasi penemuan tepatnya di depan TPU Pengasinan, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, kota Depok.

Korban diduga sudah tewas sekitar satu minggu lalu karena kondisinya sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Kapolsek Bojongsari Kompol Syahronny membenarkan penemuan mayat di tengah kebun tersebut, dia mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warga, anggotanya langsung menuju tempat kejadian.

“Anggota kami sudah melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP),” kata dia.

Polisi masih dalam pemeriksaan terkait kematian pria tanpa identitas tersebut. “Belum diketahui secara pasti penyebabnya,” jelas Syahronny.

Berdasarkan pantauan JPNN.com di lapangan, mayat pria tersebut sudah dievakuasi tim Damkar Depok.

Baca Juga:Longsor Terjang 3 Rumah di Bogor, 4 Orang Tertimbun Dinyatakan Meninggal DuniaSukses Percepat Digitalisasi, Lintasarta Kian Mantap Kolaborasi dengan BUMD

Proses evakuasi jenazah juga cukup lama, mengingat kondisi di lokasi kejadian berada di dalam kebun kosong, dan jauh dari pemukiman warga. (jpnn/rit)

 

0 Komentar