Jabarekspres.com – Pimpinan Dewan Sufmi Dasco Ahmad turut bersuara merespons adanya kegaduhan soal anggaran gorden baru DPR yang menyedot dana Rp48,7 miliar.
Seiring banyaknya tudingan kepada legislatif terkait dana gorden baru DPR yang sangat besar itu, Sufmi yang menjabat Wakil Ketua DPR itu pun ikut memberi penjelasan.
Tak ingin kabar ini semakin liar di masyarakat, Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu juga meluruskan soal mekanisme pengadaan gorden DPR yang akan memakai APBN 2022 ini.
Baca Juga:Anda Mengalami Quarter Life Crisis? Ini Cara MenghadapinyaPemkot Bandung Mudahkan Bayar Pajak dengan QRIS, Begini Caranya
“Anggaran itu bukan diusulkan dari anggota dewan, melainkan dari kesekjenan DPR RI,” kata Pimpinan Dewan itu menanggapi sentimen negatif soal dana gorden baru DPR.
Menurut sepengetahuin Sufmi Dasco Ahmad, sejak 2015 lalu kondisi gorden yang ada di Kompleks Parlemen belum diganti. Tak dipungkiri, kondisi gorden sudah usang.
“Jadi gorden itu ada yang masih ada, ada yang tidak ada. Nah karena anggaran yang tidak mencukupi kemarin-kemarin itu, sehingga diputuskan tahun ini diganti,” tuturnya.
“(Pengadaannya) dengan lelang terbuka, itu pun atas usulan Sekretariat Jenderal DPR yang menerima keluhan anggota, bukan periode ini, tapi juga periode yang lalu,” ucapnya menambahkan.
Selain menyikapi pengadaan gorden, Sufmi juga ikut menyampaikan penjelasan mengenai rencana pengaaspalan kompleks parlemen yang menyedot dana Rp11 miliar.
“Ini jalan di DPR sudah berkali-kali ulang dilapis-dilapis tapi kemudian diputuskan harus di aspal secara keseluruhan,” kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu dilansir dari Jawa Pos.
“Karena nanti pada bulan Juli ada delegasi sekitar 38 atau 40 negara yang akan datang ke DPR,” kata Sufmi Dasco Ahmad melanjutkan.
Baca Juga:Fakta dan Kejadian yang Tak Terduga Dalam Penghargaan Oscar 2022Ini Bocoran Attack on Titan Season 4 Part 2 Episode 12 yang Sempat Ditunda
Menurut dia, dengan kualitas aspal yang bagus kompleks parlemen nantinya akan lebih baik. Sehingga memberi kesan baik bagi parlemen terhadap puluhan delegasi negara di dunia yang berkunjung.
“Ya bisa lihat sendiri nanti, aspal-aspal ini kayak gimana,” ucap Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan.
Sebagai informasi, tender atau lelang ganti gorden DPR RI itu diketahui berdasarkan informasi yang diumumkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE
Megutip laman lpse.dpr.go.id, tender pengadaan gorden dan blind tersebut diberi nama Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata.
