oleh

Kolonel Priyanto, Pembunuh Handy-Salsabila, Dituntut Pasal Berlapis dengan Ancaman Hukuman Mati

JAKARTA – Persidangan kasus kecelakaan dua sejoli di Nagreg, sudah memasuki agenda penuntutan. Pelaku Kolonel Priyanto dituntut Hukuman Mati dengan dakwaan dari pasal berlapis pembunuhan berencana.

Persidangan di lakukan di Pengadilan Militer, karena pelaku merupakan anggota TNI. Dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Selasa (8/3), Oditur Militer Kolonel Sus Wirdel Boy membacakan dakwaan terhadap Priyanto.

Oditur Militer, yang merupakan penuntut umum di persidangan, mengatakan pasal berlapis dikenakan kepada pelaku, yakni Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, Pasal 333 KUHP, dan Pasal 181 KUHP.

Baca Juga:  Kolonel Priyanto, Pembunuh Sejoli di Nagreg Divonis Penjara Seumur Hidup

“Nanti kami buktikan pasal pembunuhan berencananya dulu, baru nanti itu setelahnya pasal pembunuhan secara bersama-sama,” kata Kolonel Sus dikutip Antara, Kamis (10/3/2022).

Oditur Militer mendakwa Kolonel Priyanto dengan pasal berlapis dengan ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Dalam persidangan di Pengadilan Militer, perwira menengah TNI itu, hanya menjalani seorang diri.

Sementara dua terdakwa lain yakni Kopda Andreas dan Koptu A Soleh menjalani sidang di pengadilan berbeda.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.