JABAR EKSPRES – Rencana pengembangan kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai kawasan industri pertahanan dan kedirgantaraan mulai menunjukkan perkembangan.
Dalam waktu dekat, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bakal dipindahkan ke kawasan BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Rencana tersebut mencuat setelah adanya pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) beberapa hari lalu.
Baca Juga:AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra NusantaraKerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 Orang
Pemindahan sejumlah fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan aset BIJB Kertajati.
Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, mengatakan terdapat sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan berkaitan dengan pengembangan BIJB Kertajati.
Salah satunya adalah rencana pemindahan PTDI ke kawasan tersebut. Selain itu, pemerintah juga berencana memindahkan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Kertajati
Tak hanya itu, Sekolah Penerbangan Angkatan Udara beserta mess juga direncanakan berada di kawasan Sukani, Lanud Sukani, Kabupaten Majalengka.
Yusuf mengatakan, berbagai rencana tersebut ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat. Saat ini, prosesnya masih menunggu sejumlah perizinan.
“Harapan kami pada Januari ada pembangunan (PTDI, red). Sedangkan Sekolah Penerbangan pada November atau Desember. Tapi masih proses perizinan,” kata Yusuf dalam keterangannya, Sabtu (3/10).
Menurut Yusuf, sejumlah langkah strategis terkait kerja sama pengembangan BIJB Kertajati tersebut juga telah disampaikan kepada Presiden. Rencana tersebut mendapat respons positif sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan.
Baca Juga:Water Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air BersihTanpa Inez di Championship, Penabur Cirebon Temukan Senjata Baru Jelang Final DBL West Java
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kesepakatan kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Namun, menurut Dedi, pengembangan BIJB Kertajati pada tahap awal tidak harus langsung berorientasi pada aspek komersial. Hal utama yang perlu dilakukan adalah menciptakan aktivitas dan keramaian di kawasan tersebut agar dapat berkembang dan hidup.
Salah satu langkah yang dinilai realistis adalah membangun ekosistem industri penerbangan dan pertahanan di sekitar BIJB Kertajati.
“Untuk pertama kami tak berpikir komersial dulu, tapi berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” jelas Dedi.
