JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin menyampaikan pandangannya bagaimana Indonesia agar terus berkembang.
Lebih jauh, Gus Muhaimin menyebut bila masa depan Indonesia sebenarnya berada dibagian timur. Lalu, kenapa Indonesia bagian timur menjadi indikatornya?.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun langsung membongkar apa alasannya bisa mengatakan Indonesia bagian Timur merupakan masa depan negeri ini.
Baca Juga:ART Berusia 13 Tahun Tidak Pernah Digaji Oleh AKBP M, Hanya untuk DisetubuhiKasus Video Viral Penganiayaan Sopir Truk oleh Orang Berbadan Kekar di Cibubur Mulai Ditangani Polisi
Gus Muhaimin menilai surga Indonesia terhampar luas di bagian timur. Entah itu yang memang terkandung di daratan maupun yang berada di lautan.
“Menurut saya masa depan Indonesia ini ada di Indonesia timur. Laut lepas menghadap samudera pasifik dan dipenuhi ikan-ikan,” kata dia dilansir dari laman DPR.
“(Selanjutnya) kekayaan mineral yang luar biasa dan tidak ternilai harganya, serta hasil alam yang melimpah itu ada di Indonesia Timur,” tutur Wakil Ketua DPR RI itu menambahkan.
Kendati begitu, Tokoh NU itu mengutarakan potensi besar Indonesia timur justru tidak ada harganya seandainya tidak ditopang dengan SDM (Sumber Daya Manusia).
Selain itu, Gus Muhaimin menyebut potensi besar yang ada di Indonesia tersebut justru dinikmati oleh orang asing.
“Mengapa demikian? Ya karena mereka menguasai sains dan teknologi,” kata Ketua Umum PKB itu menegaskan.
Pucuk pimpinan legislatif yang membidangi kesejahteraan rakyat itu memandang negara adalah satu-satunya instrumen yang dapat merealisasikan tujuan dan target tersebut.
Baca Juga:Lahan RSUD Kertasari Akan Pinjam Pakai ke PTPN VIIIHari ini, Angelina Sondakh Dinyatakan Bebas dan Keluar dari Rutan Pondok Bambu
Menurutnya negara harus punya investasi besar tidak hanya terkait pembangunan infrastruktur fisik, tapi juga pembangunan SDM.
“Di situ tidak ada yang bisa melakukan kecuali negara, pemerintah,” kata Politisi asal Jombang itu menerangkan.
“Pemerintah harus memberi investasi besar ke dua hal itu. Kalau Pak Jokowi investasi infrastruktur, (tapi) kalau ingin mengejar ketertinggalan investasi yang harus gede-gedean adalah SDM,” tuturnya.
Gus Muhaimin itu menilai cita-cita besar Indonesia mewujudkan kesejahteraan secara merata bisa dilakukan jika optimalkan pembangunan sains dan teknologi ditopang kualitas SDM yang memadai.
“Hanya dengan jalan merealisasikan riset, sains, teknologi dan industri ditopang dengan kualitas SDM yang memadai kita bisa mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan dengan cepat,” kata dia.
