Bertemu dengan Presiden COP26, Airlangga Hartarto Bicarakan Tetang Perubahan Iklim

‘’Kami mendukung Indonesia dalam rangka implementasi kesepakatan Glasgow tersebut seiring dengan Presidensi di G20,’’kata Airlangga Hartarto.

Sementara itu, menjawab usulan tersebut, Menko Airlangga menuturkan bahwa prioritas Presidensi G20 akan difokuskan pada masalah Kesehatan Global dan Transformasi Ekonomi Digital.

Namun, untuk masalah kesepakatan COP26 yakni Transisi Energi guna penurunan emisi karbon sudah termasuk menjadi perhatian Bersama bagi negara-negara G20.

Airlangga mengaskan, salah satu yang menjadi permasalahan bagi negara-negara berkembang dan penghasilan rendah adalah akses mendapatkan vaksin dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Selain itu, pengembangan transformasi digital akan dijadikan instrument untuk mendukung perkembangan perekonomian secara global.

Sedangkan untuk mengelola transisi energi sejauh ini Indonesia tengah mengkaji mekanisme pembiayaan yang tepat guna mewujudkan langkah transformatif itu.

Dukungan investasi akan bisa mengembangkan transisi energi khususnya membuka industri hydropower dan solar dan carbon capture and storage.

‘’Ini semuanya membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit,’’cetusnya.

Indonesia juga meluncurkan pembiayaan inovatif dalam rangka mempercepat penutupan pembangkit listrik berbasis batu bara.

Bekerja sama dengan ADB melalui Energy Transition Mechanism serta pemanfaatan gas amonia untuk pembangkit listrik.

‘’Untuk itu solusi dan skema pembiayaan inovatif dan dukungan internasional memang sangat dibutuhkan dan hal ini sejalan dengan komitmen Glasgow,’’tutup Menko Airlangga Hartarto.

Pada akhir pertemuan, Menko Airlangga menegaskan Presidensi G20 harus selaras dengan kesepakatan COP26. (d7/fsr)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *