DEPOK – Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2023 di Kota Depok sudah mulai berjalan. Masing-masing kelurahan ada yang sudah selesai menggelar kegiatan tersebut, sementara lainnya masih sedang dalam proses.
Khusus untuk Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, kegiatan Musrenbang 2023 baru saja digelar di GOR Rawageni, Ratujaya, Jumat (14/1).
Dalam Musrenbang 2023, sejumlah hal turut jadi pembahasan. Namun, berdasarkan kesepakatan forum musyawarah, pembahasan rencana/usulan pembangunan menitik beratkan pada menu pilihan.
Baca Juga:Bapenda Kota Bandung Diduga Tidak Pernah Melakukan Cek Ricek Terhadap Izin Kafe dan RestoWaspada! Jentik Nyamuk di Depok Jaya Kisaran 76 Persen
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ratujaya, Pandu Rista Pratama menjelaskan, terdapat menu wajib dan menu pilihan yang menjadi opsi pembahasan di Musrenbang kali ini.
“Namun, yang menjadi prioritas Musrenbang Tahun 2023 ini adalah yang tercantum dalam menu pilihan,” katanya, Jumat (14/1).
Adapun pembagian menu antara yang wajib dan pilihan masing-masing 15 pilihan untuk menu wajib, dan 25 pilihan untuk menu pilihan.
Dikatakan, khusus terkait pembangunan infrastruktur ada pada menu pilihan. Sehingga, menimbang prioritas pembangunan di wilayah tersebut yang masih butuh infrastruktur, akhirnya pembahasan disepakati pada menu pilihan.
“Meski yang diutamakan adalah menu pilihan (infrastruktur), harapannya baik menu pilihan maupun menu wajib seperti pemberdayaan sosial dan pengembangan sumber daya manusia harus berjalan seimbang,” ucapnya.
Terkait proyeksi pembangunan infsratruktur sendiri, Pandu menyebut fokus lebih diarahkan pada pembangunan jalan lingkungan dan saluran drainase.
“Mengingat di Ratujaya sendiri terdapat 87 RT (Rukun Tetangga) dan 12 RW (Rukun Warga), maka usulan perbaikan jalan lingkungan dan kompleksitas jalan maupun drainase masih diutamakan,” paparnya.
Baca Juga:SMAN 22 Bandung Palak Siswa yang Mutasi Rp 10 Juta, Saber Pungli Jabar: Ternyata Bukan SatuProses Pelantikan Wali Kota Bandung Definitif Dinilai Lamban
Sementara, untuk menu wajib, meliputi Program Bank Sampah, Pencegahan Kekarasan Dalam Rumah Tanggga (PKDRT), Program Kampung Iklim yang berada di RW 07, RW Ramah Anak, dan lain sebagainya.
“Harapan besar semoga usulan pada Musrenbang kali ini dapat terealisasi seluruhnya. Atau, minimal ada kegiatan pembangunan di masing-masing RW,” pungkasnya. (mg2/ran)
