oleh

SMAN 22 Bandung Palak Siswa yang Mutasi Rp 10 Juta, Saber Pungli Jabar: Ternyata Bukan Satu

BANDUNG – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jawa Barat (Jabar) mengungkap aksi pungutan liar oleh Wakil Kepala Sekolah bagian kehumasan SMAN 22 Bandung sebesar Rp20 juta kepada siswa akan bermutasi.

Kepala Bidang Data dan Informasi Satgas Saber Pungli Jabar M Yudi Ahadiat menyebut, pungutan liar itu muncul dari laporan orang tua siswa yang akan memutasikan anaknya dari sekolah Jakarta ke SMAN 22 Bandung.

“Bahwa pungutan itu betul. Tim Saber Pungli dari mulai tanggal 13 sampai hari ini telah melakukan pemeriksaan terhadap Wakepsek urusan kehumasan,” ucap Yudi saat dihubungi Jabar Ekspres, Jumat (14/1).

Baca Juga:  Disdik Jabar Siapkan Sanksi Kepada Oknum yang Lakukan Pungli di SMA 22 Kota Bandung

Yudi mengatakan, awalnya pihak sekolah meminta kepada orang tua untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp20 juta. Namun karena orang tua siswa meminta keringanan (nego) akhirnya menjadi Rp10 juta.

“Bahwa orang tua korban dimintai uang pertama Rp20 juta, lalu nego Rp15 juta, lalu nego lagi dan akhirnya Rp10 juta,” kata Yudi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, setelah Tim Saber Pungli melakukan pengembangan terungkap bukan satu siswa saja yang dimintai uang mutasi. Ternyata ada dua siswa yang sama.

Baca Juga:  MAKI Laporkan Dugaan Pungli di Bandara Soetta, Nilainya Capai Miliaran

“Setelah tim pemeriksaan ke sana, ternyata bukan satu orang saja. Tapi ada tiga orang dengan tarif yang sama Rp10 Juta. Jadi 30 juta,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga