oleh

Fakta Menarik Film Penyalin Cahaya dan Kontroversinya

JAKARTA – Film Penyalin Cahaya sat ini menjadi perbincangan warganet. Sebab, penulis skenario Film tersebut diduga telibat melakukan pelecehan seksual. Sehingga namnya dicoret dari daftar credit film tersebut.

Beberapa fakta menarik Film yang menuai kotroversi ini berhasil redaksi Jabareskpres.com himpun

Memenangkan 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2021

Pada ajang bergensi Festival Film Indonesia (FFI) 2021, film Penyalin Cahaya keluar sebagai pemenang terbanyak mendapatkan piala citra. Sedikitnya 12 piala Citra disabet melalui berbagai kategori.

Bahkan Penulis Film Penyalin Cahaya Henricus Pria Setiawan yang diduga melakukan pelecehan seksual dinobatkan sebagai penulis skenario asli terbaik.

Beberapa kategori di antaranya Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, Pencipta Lagu Tema Terbaik, Penata Busana Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik berhasil diborong oleh film Penyalin Cahaya.

Rilis Perdana di Festival Film Internasional Busan 2021

Film ini mendapat sambutan di dunia Internasional pada festival Film di Busan. Beberapa pengamat film Asia mengaku kagung dengan sentuhan film karya Sutradara Wregas Bhanuteja itu.

Film Penyalin Cahaya juga mendapat pujian aktor Jepang Shogen Puji dan menonton film “Penyalin Cahaya” di Korea Selatan.

Seperti dikutip antaranews.com, Wregas sendiri mengatakan, Film ini mengandung statement kuat untuk para penyitas kekerasan seksual dan menyebarluaskan pesan untuk kita sama-sama melawan, mengingat kekerasan seksual tidak hanya terjadi di Indonesia.

Tuai Kontroversi

Meski film tersebut telah menyabet 12 Piala Citra di FFI, penulis Henricus Pria Setiawan diduga telah melakukan pelecehan seksual. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan tema film yang menyurakan keadilan untuk korban korban kekerasan seksual. Isu ni sempat santer menjadi perbincangan nitizen di media sosial (Medsos).

Dikutip dari Jawapos.com, berdasarkan sumber yang enggan disebutkan namanya, menyebut bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan internal.

Henricus Sendiri berinisiatif untuk keluar. Setelah itu, rumah produksi pun memutuskan untuk mencoret namanya dari tim.

Bagi Rekata Studio & Kaninga Pictures, isu pelecehan seksual termasuk isu yang sangat serius. Pihaknya harus mengambil sikap tegas.

“Dan kami berharap proses-proses yang terjadi setelah pelaporan ini berjalan dengan mengakomodir kepentingan penyintas dan dapat terselesaikan sesuai jalur yang tepat,” katanya.

Melalui pernyataan sikapnya, Rumah produksi Rekata Studio & Kaninga Pictures dari film tersebut kini telah mencoret Henricus sebagai salah satu penulis naskah dari credit film setelah diketahui terlibat skandal pelecehan seksual.

Sebagai tanggung jawab etik dan untuk menghormati pelaporan pihaknya memutuskan untuk menghapus nama terlapor dari kredit film. Pihak terlapor tersebut tidak lagi menjadi bagian dari film Penyalin Cahaya.

Tayang Perdana di Netflix

Rencananya akan tayang perdana di aplikasi Netflix, pada 13 Januari 2022 mendatang. Sejauh ini belum ada keterangan resmi lanjutan terkait dugaan pelecehan seksual itu. (ant/jp.red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga