Meski Ditawar Lebih Mahal, Shin Tae-yong Lebih Pilih Timnas Indonesia Daripada China, Ini Sebabnya

Dok. Shin Tae Yong, Pelatih Timnas Indonesia
Dok. Shin Tae Yong, Pelatih Timnas Indonesia
0 Komentar

JAKARTAShin Tae-yong adalah mantan pemain sepakbola berkebangsaan Korea Selatan yang kini menjadi pelatih tim nasional Indonesia.

Dia juga merupakan mantan pelatih tim nasional Korea Selatan di laga Piala Dunia 2018 Rusia.

Belum banyak yang tahu, mengapa Shin Tae-yong pilih Timnas Indonesia dibanding menerima tawaran dari klub China.

Baca Juga:Rapid Tes Antigen Dinilai Kurang Efektif Deteksi Omicron, Ini SebabnyaDikenal Selalu Bela Pemerintah, Cuitan Lama Ferdinand Jadi Sorotan Warganet

Hal tersebut diungkapkan Shin Tae yong dalam obrolannya dengan Deddy Corbuzier di channel YouTube #CloseTheDoor, Selasa (11/1).

Melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo, pelatih Timnas Indonesia itu menilai Indonesia memilik potensi dan harapan yang besar.

“Kalau lihat uang, lebih tertarik China, lebih besar, tetapi kalau lihat masa depan Indonesia lebih banyak harapan,” ujar Shin Tae yong.

Shin Tae yong yang berpengalaman di berbagai turnamen seperti, Piala Dunia U-20 di Korea, olimpiade dan Piala Dunia Rusia, lebih tertantang untuk pilih Timnas Indonesia.

Karena menurutnya, manusia itu harus memiliki impian dan masa depan.

“Sebelumnya sudah mendapat tawaran dari China tetapi lebih tertarik dengan Indonesia karena ada potensial,” ucapnya.

Seperti diketahui, Shin Tae-yong akan dihadapkan pada event berat Timnas Indonesia, terdekat adalah Piala AFF U-23 di bulan Februari 2022 mendatang.

Indonesia menyandang sebagai juara bertahan di turnamen tersebut, target sebagai kampium akan menjadi incarannya.

Baca Juga:Menkes Beberkan Upaya Hadapi Gelombang Omicron di IndonesiaHerry Wirawan Akan Berikan Semua Harta dan Asetnya Kepada Korban

Berbagai persiapan sudah dirancangnya, tetapi dalam event kali ini, Shin Tae-yong tidak akan menggunakan pemain-pemain yang sedang berada di luar negeri.

“Semuanya akan menggunakan pemain-pemain yang berlaga di Indonesia, karena event tersebut diluar kalender FIFA,” ucapnya lagi. (brd)

0 Komentar