Barangkali, kekuatan pada komitmen yang telah ditunjukkan oleh suku Baduy dalam upaya melestarikan lingkungan hidup ini harus menjadi teladan bagi kita semua.
Bahkan, keteguhan terhadap komitmen tersebut harus ditularkan pada masyarakat kita, terutama generasi muda. Dengan demikian, keberlangsungan kerusakan lingkungan hidup dapat serta-merta ditekan dan dicegah.
Kebijakan pemberian penguatan pemahaman akan kearifan lokal terhadap masyarakat harus dilakukan bersama oleh berbagai pemangku kepentingan. Upaya penguatan ini tidak dapat dilakukan oleh satu atau dua lembaga semata, tetapi harus dilakukan bersama-sama sehingga hasilnya akan lebih optimal.
Baca Juga:Kunjungan Wisatawan Lokal ke Objek Wisata di Kabupaten Bandung MelonjakBerkat Program Doorprize, Capaian Vaksinasi di Kabupaten Bandung Meningkat Menjadi 66,3 Persen
Dalam konteks ini, pendidikan merupakan ranah yang bisa berkontribusi terhadap upaya pencegahan kerusakan lingkungan dengan memanfaatkan kearifan tersebut sebagai dasar penguatnya. Pendidikan dapat diperankan dalam upaya penumbuhkembangan pemahaman komprehensif akan kearifan tersebut terhadap setiap siswa sekolah/madrasah.
Berbagai strategi dapat diterapkan dalam program kurikuler yang diselenggarakannya. Salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam ranah pendidikan adalah melakukan insersi materi kearifan lokal pada mata pelajaran yang memungkinkan, di antaranya mata pelajaran seni dan budaya atau mata pelajaran lainnya.
Langkah yang mungkin diterapkan pada ranah pendidikan ini tidak akan berarti apa-apa ketika tidak didukung pula oleh pemangku kepentingan lainnya. Treatment yang dilakukan pada ranah pendidikan hanyalah sebatas memberi pemahaman dan penumbuhkembangan kearifan lokal kepada setiap siswa sebagai generasi masa depan.
Sedangkan upaya lain yang dibutuhkan adalah pemberian pemahaman dan penumbuhkembangan kearifan lokal kepada masyarakat oleh para pemangku kepentingan lainnya. (mg1/ran)
