Deteksi Covid-19 di Sekolah, Siswa dan Guru SDN 015 Kresna Kota Bandung Jalani Tes PCR

Kasus COVID-19 di Jawa Barat sebanyak 62 kasus dan Banten ada 60 kasus. Keseluruhan angka kasus konfirmasi positif COVID-19 Judul situs Judul Kategori primer Pemisah
ilustrasi pengambilan sample untuk tes PCR.
0 Komentar

BANDUNG – Sebagai evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengadakan tes PCR bagi siswa dan tenaga pendidik yang melaksanakan PTM. Salah satu sekolah yang menjadi sampel untuk pendeteksian Covid-19 dengan tes PCR itu adalah Sekolah Dasar Negri (SDN) 015 Kresna Kota Bandung.

Setelah penunjukan tersebut, Kepala Sekolah SDN 015 Kresna Kota Bandung, Yayat Hidayat menyatakan, sebanyak 30 orang siswa dan 3 orang guru telah bersedia mengikuti tes PCR.

“Jadi alhamdulillah SDN 015 Kresna ini ditunjuk dan bersedia untuk menjadi sampling PCR atau swab. Sebanyak 30 orang siswa dan 3 orang guru (akan dites swab PCR-red),” ucapnya di SDN 015 Kresna Kota Bandung, Jum’at (15/10).

Baca Juga:Satgas Covid-19 Pastikan Kasus Rachel Vennya yang Kabur dari Karantina Akan Diproses HukumTak Lagi Bersama KPK, Novel Baswedan Jadi YouTuber Antikorupsi

Sementara itu, saat ditanya jika nantinya dari hasil tes Swab PCR tersebut ditemukan ada siswa atau guru yang positif, Yayat mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan pihak Puskesmas setempat dan dievaluasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Saya tetap koordinasi dan komunikasi dengan pihak Puskesmas setempat. Selanjutnya nanti akan dijadikan evaluasi juga untuk Dinkes Kota Bandung. Ini tetap saya nunggu hasilnya apapun yang akan terjadi,” ucapnya.

Yayat menyebut, siswa yang telah mengikuti tes PCR akan diistirahatkan dan tidak mengikuti PTM sampai hasil tes keluar.

“Untuk yang 30 sampel ini, akan kita istirahatkan dulu di rumah 1 hari. Tetapi yang lainnya (siswa yang tidak mengikuti tes PCR) tetap mengikuti PTMT selama ada intruksi dari Dinas Pendidikan. Kita jalankan sesuai prosedur dan instruksi,”terangnya.

Yayat juga mengharapkan tidak ada siswa atau guru yang positif Covid-19 setelah mengikuti PTM Terbatas. Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi tolok ukur dalam pelaksanaan PTM Terbatas di Kota Bandung.

“Jadi kami senang dijadikan bahan evaluasi untuk melaksanakan PTM terbatas. Mudah-mudahan setelah dari sampling PCR atau Swab ini, hasil semuanya negatif. Dan mudah-mudahan menjadi tolok ukur kota Bandung dalam menjalankan atau melaksanakan PTM,” tuturnya

Sekolah yang Ikut Tes PCR Dipilih Secara Acak

Di tempat yang sama, menurut Kasi Kelembagaan Peserta Didik SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Liman Al Isnaeni, sampel tes PCR untuk mendeteksi penularan Covid-19 selama pelaksanaan PTM diambil secara random. Jumlahnya 10 persen dari total sekolah yang melaksanakan PTM.

0 Komentar