JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik program vaksinasi di pesantren yang diinisiasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jabar. Sebab menurutnya, pesantren merupakan tempat strategis.
Pesantren adalah sebuah ekosistem, selain kiai, ustadz, dan santri, tercakup didalamnya juga masyarakat sekitar pesantren.
“Jika vaksin diberikan ke pesantren, maka secara ekosistem juga akan terbantu,” terang dia dalam keterangannya, Senin (16/8).
Baca Juga:Bahas Karakter dan Cerita Season 5 Drama “Voice,” Bersama Penulis Ma Jin WonGadis Asal Cicalengka Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ada Dugaan Korban Mahluk Halus?
Menag pun mengatakan bahwa pemerintah memiliki target vaksinasi 2 juta orang per harinya. Perlu dukungan semua pihak agar target ini tidak hanya menjadi mimpi belaka.
“Saya mengajak kiai, santri, pesantren, serta tokoh agama, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama sukseskan vaksinasi,” sebut Menag.
Selain proaktif ikut vaksinasi, Menag berharap para tokoh agama ikut memberikan penjelasan ke masyarakat tentang maksud, tujuan dan pentingnya vaksinasi. Sebab, sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menolak vaksin dengan berbagai alasan.
“Kita berharap semua mengambil peran menjelaskan. Masyarakat menolak karena mereka mungkin belum memahami. Para tokoh agama diharapkan memberikan pencerahan,” harap Menag.
“Vaksinasi merupakan penjabaran dari ajaran agama. Setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup. Menjaga kehidupan merupakan langkah mulia agar bisa selalu mengagungkan asma Allah. Tidak ada maksud apapun dari program ini, kecuali ingin menjalankan salah satu misi utama dalam beragama, yaitu menjaga jiwa,” sambungnya.
Meski sudah mengikuti vaksinasi, Menag mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas).
“Jangan berkerumun di lokasi vaksinasi. Pastika disiplin 5M, gunakan masker dan cuci tangan. Tetap prokes dijaga,” pesannya. (*)
(Jawapos.com)
