Calon Kepala Desa Menyayangkan Kembali Diundurnya Pilkades Serentak

ILUSTRASI: Petugas KPU saat melakukan pendataan pemilih untuk pilkada beberapa waktu lalu. Kini, Pilkades juga akan mengacu pada data yang ada di KPU. (Ilustrasi)
ILUSTRASI: Petugas KPU saat melakukan pendataan pemilih untuk pilkada beberapa waktu lalu. Kini, Pilkades juga akan mengacu pada data yang ada di KPU. (Ilustrasi)
0 Komentar

SOREANG – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 49 desa Kabupaten Bandung diundur karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level tiga hingga tanggal 25 Agustus 2021.

Calon Kepala Desa Arjasari, Rosiman mengatakan, diundurnya Pilkades serentak menjadi tanggal 4 Agustus 2021, bagi semua kandidat dan panitia itu sangat memberatkan.

“Bagaimana pun biaya yang cukup memberatkan di segi finansial, dengan diundurnya kembali Pilkades serentak ini,” kata Rosiman saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (22/7).

Baca Juga:Dewan Sarankan Kader Partai Mundur Apabila Jabat Komisaris di Bank Plat MerahKetersediaan Tabung Oksigen di RSHS Bandung Masih Aman

Dikatakan Rosiman, seharusnya kalau ini memang PPKM level 3 di Kabupaten Bandung, sepertinya bisa dilaksanakan secara parsial, dalam Undang Undang pun sudah jelas, Pilkades itu dilakukan di tahun yang sama.

“Umpamanya di zona mana yang bisa dilaksanakan, ya dilaksanakan, misalnya di Minggu sekarang di wilayah mana dan Minggu depannya di wilayah lainnya, sebetulnya bisa dilaksanakan seperti itu,” kata Rosiman.

“Keduanya, masyarakat juga bertanya-tanya, jadi bagi masyarakat dan panitia juga cukup resah, dengan diundurnya Pilkades ini,” jelasnya.

Namun, lanjut Rosiman, karena kebijakannya menyeluruh, maka dirinya harus menerima keputusan tersebut.

“Tetapi kata Presiden saat pidato PPKM sampai tanggal 25 Juli, kebijakan teknis dan aturannya terkait Pilkades diserahkan kepada pimpinan daerah masing-masing. Namun karena sudah terlanjur keputusan Bupati Pilkades diundur sampai tanggal 4 Agustus maka kita harus menerima,” terangnya.

Saat ditanyakan biaya Pilkades, Rosiman mengaku, bagaimana pun cost politik itu cukup lumayan untuk makanan dan kopinya, untuk para tamu yang datang.

Dari yang direncanakan dari tanggal 14 Juli, diundur jadi 28 Juli, dan sekarang jadi 4 Agustus 2021, itu akan mengeluarkan biaya lebih lagi.

Baca Juga:Stok Vaksin Tinggal 26 Persen, Ridwan Kamil: Untuk Pelajar dan Vaksinasi KelilingPPKM level 4, Pedagang dan PKL Diberi Kelonggaran Waktu Operasional

“Yang memberatkan cost politik sehari-hari untuk melayani tamu yang cukup memberatkan,” ujarnya.

Saat ditanyakan terkait diundurnya Pilkades serentak ini apakah mempengaruhi pada pendukung nantinya akan berkurang. Rosiman pun mengatakan, terkait takut dan tidaknya itu manusiawi, apabila timnya solid maka pendukung tidak akan berubah.

“Dengan diundurnya Pilkades ini, maka strategi yang sudah direncanakan harus dirubah lagi, karena kita tidak tau nanti pendukung akan solid atau tidaknya karena waktu yang semakin diperpanjang,” paparnya.

0 Komentar