JABAR EKSPRES – Memasuki musin kemarau, ancaman bencana alam seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), telah menjadi perhatian penting bagi sejumlah pihak salah satunya Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Bandung.
Bahkan berdasarkan data yang didapat, sebanyak 39 kejadian karhutla dilaporkan telah terjadi di seluruh Jawa Barat sejak Januari Agustus 2026.
Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, Polrestabes Bandung bersama beberapa instansi terkait seperti TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, hingga relawan, pada Selasa, 11 Agustus 2026 kemarin telah menggelar Apel Gelar Pasukan.
Baca Juga:OJK Dorong Pengembangan UMKM Lewat Pendekatan Sistemik dan Penguatan PembiayaanMendag Dorong Industri Otomotif Nasional Perkuat Ekspor, Pasar GCC Jadi Bidikan
“Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Karhutla bukan hanya sekadar bencana alam, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem, perekonomian, kesehatan, serta kelangsungan hidup generasi mendatang,” ucapnya, Rabu, (12/8).
Dedi mengungkapkan, apel gelar pasukan tersebut dilakukan sebagai bentuk langkah krusial dalam melihat kesiapan personel hingga sarana prasarana yang nantinya digunakan.
Sehingga dengan adanya apel gelar pasukan tersebut, Dedi berharap ancaman bencana alam di musim kemarau khususnya Karhutla dapat diantisipasi serta ditanggulangi dengan maksimal.
“Mari kita laksanakan tugas mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab demi menjaga Bumi Pasundan yang kita cintai. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, dan bimbingan kepada kita semua,” imbuhnya.(San).
