oleh

Dewan Sarankan Kader Partai Mundur Apabila Jabat Komisaris di Bank Plat Merah

SOREANG – Tak heran bila ada anggota partai politik yang ditunjuk untuk menduduki jabatan komisaris di perbankan berplat merah. Pasalnya jabatan tersebut sangatlah menggiurkan.

Saat dimintai pendapatnya, Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Najib Qudratullah menyarankan, apabila ada jajaran komisaris BUMD ataupun BUMN yang masih berpolitik, maka harus mundur dari partai politiknya sebelum mengemban jabatan sebagai komisaris di perbankan ber-plat merah.

“Apabila yang menjabat tersebut dulunya dari Partai Politik maka tidak masalah, namun apabila saat ini dia menjabat sebagai komisaris, maka tidak boleh merangkap sebagai politisi,” kata Najib saat dimintai keterangan, melalui telepon seluler, Kamis (22/7).

Baca Juga:  Dewan Soroti Regulasi Tabung Oksigen

“Sehingga, sebelum mereka menjabat maka harus terbukti ada surat pengunduran dirinya dari partai politik,” tambahnya.

Najib pun mengatakan, keanggotaan partai politik harus terbukti bahwa politisi tersebut mengundurkan diri. Jadi, diharuskan ada suratnya, jika tidak ada aturannya, maka pengunduran diri dari partai politik itu bentuk etika.

“Bentuk pengunduran diri dari jabatan partai politik adalah bentuk komitmen dan etika untuk menjabat sebagai komisaris perbankan,” kata Najib.

Baca Juga:  Dewan Sebut Penanggulangan Covid-19 Dilakukan pada Semua Sektor

Selain itu, Najib juga menjelaskan, jabatan komisaris itu kebijakannya dari pengambilan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan yang mengusulkan pemilik saham mayoritas, namun apabila Bank BUMD, maka miliknya yaitu pemerintah, sehingga nantinya ada uji kelayakan dan sebagainya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga