CIPATAT – Sopir dan kernet truk pengangkut sampah ke TPA Sarimukti di Kampung Cigedig, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengeluhkan lamanya proses pembuangan sampah di lokasi TPA.
Akibatnya mereka harus menunggu berjam-jam untuk masuk ke landasan pembuangan TPA, sehingga membuat antrean truk sampah mengular hingga ke jalan masuk.
Bahkan saat musim hujan antrean kendaraan bisa lebih parah dan mencapai lebih dari 1 km.
Baca Juga:Seminar Integrasi Ekosistem Ultra Mikro, Percepat Proses Inklusi dan Literasi KeuanganAgro Organik Tenjolaya Harus Ditutup Hingga Izin Keluar, Begini Ungkap DLH Kab. Bandung
“Iya ini udah lama ngantri tapi belum juga sampai pintu gerbang masuk timbangan TPA. Sering seperti ini hampir tiap hari, apalagi kalau musim ujan,” kata Eko, salah satu kernet truk sampah, Minggu (6/6).
Dia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat landasan pembuangan di TPA yang dipergunakan hanya satu.
Oleh karena itu truk yang akan membuang sampah harus giliran menunggu dulu yang selesai membuang. Selama musim hujan landasan pembuangan hanya satu yang dibuka.
“Kalau musim hujan, atau pas malamnya turun hujan, landasan yang dipakai hanya satu. Tapi kalau musim kemarau dua landasan dipakai semua, jadi gak perlu antre,” sambungnya.
Sementara, salah seorang sopir truk sampah, Jajang mengaku dirinya sudah antre dari pukul 11.00 WIB tapi sampai pukul 15.00 WIB belum juga sampai pintu masuk TPA.
Kondisi itu jelas menghabiskan waktu, padahal jarak yang ditempuh jika lancar kurang dari setengah jam. Imbasnya, ritase pembuangan sampah jadi berkurang karena habis waktu di jalan.
“Bisa habis waktu di jalan, kalau biasanya bisa 2 atau tiga rit narik sampah, sekarang satu rit saja lama. Atau bisa dua rit pergi dari jam tiga subuh, beresnya malam. Kalau normal kan dua rit itu sebelum jam 12 siang juga udah beres,” keluhnya.
Baca Juga:Bayi 14 Bulan Idap Penyakit Kanker Mata, Butuh Uluran TanganBantaran Sungai Citarum Harus Kembali Hijau
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtias mengaku, kondisi TPA Sarimukti memang sudah sangat over kapasitas. Tumpukan sampah telah mencapai 50 meter, bahkan jalur masuk truk kini telah dipenuhi sampah.
Keterbatasan dan refocusing anggaran, menurut Prima menjadi penyebab TPA Sarimukti tak berfungsi optimal.
Sistem atau metode Sanitary Landfill yang mengharuskan sampah diurug tanah belum berjalan karena alat alat operasional tidak optimal difungsikan.
