BANDUNG – Keterlambatan pengangkutan sampah yang terjadi di Kota Bandung disebabkan terjadi longsor di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sari Mukti.
Direktur Operasional PD kebersihan Kota Bandung, Iwan Setiawan mengatakan, longsor terjadi pada 1-2 Juni 2021 dan terjadi tujuh titik longsor.
”Ini mengakibatkan keterlambatan mobilitas truk pengangkutan sampah,” kata Iwan kepada wartawan, ketika ditemui di kantornya (5/6)
“Kalau yang sebelum TPA itu longsor atau banjirnya itu, tidak menghambat ke aktivitas truk sampah, karena kan air yang longsoran itu jatuhnya langsung kebawah, ke rencana manuver yang mau diperluas,” sambung Iwan.
Baca Juga:Sukseskan Program Vaksin, Partai Golkar Bentuk Yellow KlinikTekad Seorang Ibu Rumah Tangga Mengubah Ekonomi Keluarga Lewat Agen BRILink
Ia juga merasa khawatir dengan terjadinya longsor yang berada di tiga titik setelah Tempat Pembuangan Akhir itu airnya masuk landfil.
“Yang paling bahaya itu yang setelah TPA, karenakan itu dari atas air sama tanah itu turun berbarengan, jadi ditakutkan air itu masuk ke landfil,” katanya.
Menurutnya jika air sudah masuk ke landfil, itu akan berbahaya dan dikhawatirkan jika air masuk dua hari berturut-turut, longsor timbunan yang pernah terjadi di 2005 akan terjadi lagi.
Pihaknya langsung mengantisipasi dengan cara membelokan saluran air yang tidak melalui ke landfil.
“Makanya kemarin bagus juga antisipasi dari operator dan koordinator disana (di TPA), jadi air itu di belokan ke saluran air yang tidak melalui landfil. Itu di belokan air sama lumpurnya,” jelasnya
Iwan menuturkan yang menjadi masalah pada saat kemarin terjadinya longsor di TPA Sari Mukti, yaitu pihaknya mengalami keterlambatan pada saat pengantisipasian.
“Yang jadi masalah kemarin kenapa terlambat, jadi sebetulnya bukan tidak membuang (sampah) tetapi keterlambatan pada saat mengantisipasi. Jadi kan isunya di sini sampah tidak terangkut, bukan tidak terangkut, tetapi keterlambatan mengangkut,” pungkasnya. (mg8/wdh)
