oleh

Novel Kembali Meminta Keadilan atas Kasus Menyiraman Air Keras, Namun Begini Respon Mabes Polri

JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mengungkit kasus penyiraman air keras yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Novel berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa mengungkap lebih jauh kasus itu.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, penyidik Polri sudah sangat profesional dalam menangani kasus penyiraman air keras.

“Mekanisme pengawasan internal kinerja di Polri sudah jelas, ada inspektorat dan Divisi Propam,” ujar Rusdi kepada wartawan, Jumat (26/2).

Baca Juga:  Viral! Seorang Pria di Sumedang Tampak Ditelantarkan dengan Kondisi Memprihatinkan, Padahal Sudah Diberi Bantuan Pemda Sejak Lama, Lho?

Menurut dia, apabila ada masyarakat merasa tidak puas, termasuk Novel, maka bisa disalurkan melalui mekanisme yang sudah ada.

“Mekanismenya yakni sampaikan ke inspektorat atau ke Divisi Propam,” tegas Rusdi.

Seperti diketahui, Majelis Hakim memvonis dua tahun penjara terhadap terdakwa penyiraman air keras ke Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette. Sementara terhadap Ronny Bugis, hakim menjatuhkan vonis setahun enam bulan penjara.

“Mengadili terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan mengakibatkan luka berat, selama dua tahun penjara. Memerintahkan terdakwa agar tetap ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim Djuyamto membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7). (JPNN)

Baca Juga:  Gadis Berumur 19 Tahun, Ini Sosok Calon Istri UAS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga