oleh

Polemik Ponpes Tahfidz Quran Alam Maroko di KBB, Belum Temui Titik Terang

CIHAMPELAS – Perselisihan yang terjadi antara masyarakat di Kampung Maroko, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat dengan pengurus Pesantren Tahfidz Quran Alam Maroko belum menunjukkan tanda bakal berakhir.

Konflik antara warga dengan pengurus Ponpes Alam Maroko dimulai ketika warga menuding ada praktik nikah tak resmi yang dilakukan pengurus ponpes dengan seorang warga setempat. Belakangan diketahui jika keduanya merupakan janda dan duda.

Lalu, warga juga menilai ajaran dan praktik keagamaan yang diamalkan pengurus serta santri ponpes sesat. Dianggap demikian karena mereka hanya melaksanakan salat tiga kali dalam sehari dengan arah kiblat yang tak umum seperti umat muslim lainnya.

Tak mau permasalahan itu berlarut-larut, DPRD Bandung Barat sempat memfasilitasi pelaksanaan mediasi untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Berdasarkan hasil mediasi yang dilakukan telah disepakati beberapa keputusan, diantaranya menyerahkan kepengurusan ponpes pada masyarakat setempat. Lalu meminta pimpinan ponpes sebelumnya, yakni Dadan Budiman untuk angkat kaki dari pesantren dan kampung tersebut.

Saat ini Ponpes Alam Maroko dipimpin oleh Somantri, warga setempat yang ditunjuk berdasarkan kesepakatan pihak yang hadir saat mediasi. Selain Somantri ada warga lainnya yang juga masuk di dalam kepengurusan pesantren.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga