oleh

Pemekaran KBT Mencuit, Dadang Naser Belum Memberikan Respon

BANDUNG – Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KBT) kembali menjadi perbincangan warga Kabupaten Bandung, bagian timur itu. Sebab, masyarakat merasa terkatung-katung oleh keputusan Bupati Kab. Bandung, Dadang Naser yang seolah-olah mengabaikan.

Ditambah lagi, belum lama ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan Nota Pengantar kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar tentang pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB). Kabupaten Sukabumi Utara, Kabapeten Garut Selatan dan Kabupaten Bogor Barat.

Baca Juga:  Ini Dia 4 Aktor Tampan Drama Korea yang Berhasil "Kuasai" Netflix

Penasehat Komite Independen Pengawasan Pembangunan dan Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4 KBT), Ries Deni Saeful Hamdani, mengatakan perkembangan pembentukan KBT sampai saat ini belum ada progresnya.

Padahal, kata dia, ikhtiar dari pihak Provinsi, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu sudah melayangkan surat kepada Bupati Kab Bandung, melalui Sekretaris Daerah (Sekda).

“Kan tanggapannya sangat normatif dari pihak Bupati Bandung. Kemudian sampai sekarang tidak ada tindak lanjut gitu,” ucap Ries Deni saat dihubungi Jabar Ekspres, Selasa (8/9).

Baca Juga:  Satu Hari Jelang Larangan Mudik, Warga Jatinangor Diharapkan Tahan Kerinduan

Disamping itu, permasalahan ekonomi warga menjadi salah satu alasan segera dibentuknya Kabupaten Bandung Timur. Sebab, jika tidak dimekarkan, akan terus terjadi ekonomi berbiaya tinggi untuk mengurusi segala kebutuhan pelayanan publik.

“Misalnya, kalau dari Nagreg itu bisa sampai tiga jam ke Soreang (Pemda Kab Bandung) dengan kendaraan pribadi. Bayangkan kalau naik angkot bisa berapa jam. Pentingnya pemekaran salah satunya seperti itu,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga