Paguyuban Sepeda Baheula Bandung Turut Meriahkan HUT RI Ke-75

Paguyuban Sepeda Baheula Bandung Turut Meriahkan HUT RI Ke-75
0 Komentar

BANDUNG – Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng (PSBB) turut memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75.

Terlihat puluhan sepeda antik yang terlihat usang berjajar di kawasan Gedung Merdeka dan Alun-Alun Kota Bandung pada 17 Agustus 2020.

Menurut Ketua Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng, Romli, paguyuban tersebut mencerminkan rasa cinta akan nasionalisme. Sehingga tak heran apabila nampak sekelompok pria yang mengenakan pakaian zaman Belanda dan adat Sunda berupa pangsi. Mereka berjajar di hadapan sepeda-sepeda tua.

Baca Juga:Terancam Molor! Pembangunan Proyek Mall Pelayanan Publik Tahap II Belum Bisa Dipastikan MulainyaNia Kurnia Agustina Tak Gentar Lawan Politik Bertabur Bintang

“Rasa memiliki dari teman-teman di momen kemerdekaan dan rasa cinta kepada negara ini. Meskipun memang pemerintah melarang untuk kumpul-kumpul, namun kita tetap mengutamakan protokol kesehatan,” ujar Romli kepada Jabar Ekspres, Senin (17/8).

Lebih lanjut Romli mengatakan PSBB juga turut melakukan iring-iringan mengitari kota Bandung.

“Tadi pagi kami iring-iringan mengelilingi kota Bandung, Mulai dari Alun-Alun Kota Bandung, kemudian ke braga, lalu lanjut lagi ke Jalan Perintis Kemerdekaan, lalu ke Jalan Merdeka, kemudian ke Jalan Kosambi dan ke Jalan Lingkar Selatan,” ungkapnya.

Romli mengatakan PSBB terdiri dari 1.040 anggota. Namun, hanya 100 sepeda onthel saja yang ikut serta dalam iring-iringan tersebut. PSBB sudah berdiri sejak 31 Januari 2005, adapun tujuan komunitas sepeda ini ialah untuk melestarikan sepeda tua.

“Karena memang kalau di Bandung komunitas sepeda onthel cuma kita aja Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng. Kalau di beberapa kota lain mungkin ada beberapa komunitas,  namun kalau di Bandung hanya kita saja,” ucapnya.

Berdasarkan penuturan Romli, PSBB memiliki sebuah kegiatan yang turut melibatkan negara-negara lain di dunia. Kegiatan tersebut bernama Bandung Lautan Onthel. Negara-negara Asia atau Eropa tak jarang turut mengikuti kegiatan berskala internasional yang digelar setiap tiga tahun sekali tersebut.

“Jumlah pesertanya bisa mencapai ribuan karena seluruh Indonesia hadir. Kemudian turut dihadiri oleh negara lainnya, seperti dari Asia, Inggris, Belanda dan Jerman. Mereka turut hadir di eve Bandung Lautan Onthel.” ungkapnya.

Baca Juga:Guru Madrasah Tuntut Janji Politik Gubernur JabarLiburan 17 Agustusan Jalan Raya Lembang Dipadati Wisatawan

Romli juga mengungkapkan dalam kegiatan itu diadakan pemaparan sejarah dan edukasi seputar sepeda onthel.

“Kita juga mengingatkan kepada teman-teman yang lain karena saat ini jaman sudah milenial. Eksistensi sepeda onthel jangan sampai punah. Tak hanya itu, pihak instansi pun sering mengajak kerja sama dengan kita,” jelasnya.

0 Komentar