oleh

Bersama FAD, Putri Gayatri Buat Petisi Stop Pernikahan Anak

Sepulang dari UNGA, ia bergabung dengan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Bandung, mereka membuat petisi stop pernikahan anak. FAD lebih mendorong lagi untuk mengangkat isu pernikahan anak.

“Kami juga dilibatkan dalam musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) kabupaten. Suatu apresiasi yang luar biasa, ketika anak seperti Putri dilibatkan dalam pengambilan keputusan bersama para pemimpin daerah,” ucapnya.

Di tahun 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menganugerahkan Sabilulungan Award untuk Kategori Pemuda Inspiratif. Selain itu di tahun yang sama, Putri juga sempat diundang sebagai pembicara termuda pada Konferensi Kesehatan Nasional di Hotel Mercure Ancol Jakarta.

Tak cukup sampai di situ, pada tahun 2018, Putri juga mendapat kesempatan sebagai delegasi _Youth Ambassador for Annual Meeting, International Monetary Fund_ (IMF) di Bali. Hingga saat ini ia masih melanjutkan kegiatannya menginformasikan dampak dari pernikahan usia anak, baik di Kabupaten Bandung maupun Kota Bogor tempat ia mengenyam bangku kuliah.

Pada acara talkshow tersebut, Putri menutup sesi kedua dengan mengajak seluruh anak Indonesia untuk menunda pernikahan dan meraih cita-cita setinggi mungkin. “Remaja itu bangun bangsa, bukan rumah tangga,” pungkas Putri Gayatri.

Semua kiprah Putri Gayatri mendapat apresiasi dari Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga