oleh

Bersama FAD, Putri Gayatri Buat Petisi Stop Pernikahan Anak

“Dalam forum itu, Putri menyampaikan visi terkait isu pernikahan anak, akses pendidikan merata untuk anak disabilitas dan isu merokok pada anak. UU pernikahan kita masih membatasi usia pernikahan minimal 16 tahun. Itu kontradiktif dengan UU perlindungan anak, bertentangan dengan wajib belajar 12 tahun. Akhirnya dalam kesempatan berbicara di hadapan para pemimpin dunia itu, Putri menyampaikan bahwa regulasi sangat penting, karena kalau kami berkampanye tentang stop pernikahan anak, namun tidak ada payung hukum yang mendukung, maka usaha kami akan sia-sia,” terang bungsu dari 3 bersaudara ini.

Baca Juga:  Hadapi Tiga Laga Neraka, Setan Merah Wajib Menang

Masih rangkaian kegiatan UNGA, Putri diperkenalkan kepada 60.000 penonton oleh Ratu Rania dari Yordania dalam acara Global Citizen Festival di Central Park, New York. Pada acara yang berbarengan dengan launching _Sustainable Development Goals_ (SDGs) tersebut, Putri membacakan visi untuk dunia di tahun 2030. Ia menyampaikan bahwa dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, tidak boleh ada seorang anak pun yang tertinggal.

“_My vision for the world is that people everywhere have come together to make sure global goals are met and to leave no child behind_ (Visi saya untuk dunia adalah setiap orang di mana pun telah bersama-sama memastikan tercapainya global goals dan tidak meninggalkan seorang anak pun),” demikian kutipan ucapan puteri pasangan Herry Effendi dan Yenni Wahyuni ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga