Jabarekspres, Bogor – Tepas Lawang Salapan sedang dilakukan pemeliharaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor karena terlihat rusak. Kegiatan tersebut dilakukan hingga akhir Agustus 2026.
Diketahui, Tepas Lawang Salapan merupakan bangunan pelengkap jalan sekaligus salah satu ikon Kota Bogor yang berada di Jalan Otto Iskandardinata atau di wilayah Sistem Satu Arah (SSA) di depan Tugu Kujang, Kecamatan Bogor Tengah.
“Pemeliharaan dilakukan karena ada beberapa bagian bangunan yang terlihat rusak,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih kepada Jabar Ekspres, Senin (6/7/2026).
Baca Juga:Peralihan dari Sarimukti ke Legoknangka Berpotensi Tambah Beban Operasional Persampahan di CimahiResmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang Kesulitan
Pemeliharaan itu meliputi enam tiang yang akan dibentuk ulang dan dilakukan pengecatan kembali.
Selain itu, empat tiang yang sebelumnya telah diperbaiki pada 2023 hanya dilakukan pengecatan ulang.
Pada ornamen di bagian bawah dan atas kolom dilakukan pembentukan ulang di bagian yang rusak sebelum dilakukan pengecatan kembali.
“Bagian lis (bagian tepi atas bangunan) di atas kolom juga akan ditutup menggunakan kawat baja agar tidak dimasuki sampah. Selain itu, tulisan pada bagian lis juga ikut diperbaiki,” ujarnya.
Juniarti menyebut, pekerjaan pemeliharaan mulai dilaksanakan sejak akhir pekan lalu atau sekitar awal Juli 2026.
Sebagian trotoar di sisi belakang Tepas Lawang Salapan juga telah ditutup sementara sejak 25 Juni hingga 23 Agustus 2026 untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan.
Sementara itu, trotoar di sisi depan bangunan tetap dibuka dan dapat digunakan oleh pejalan kaki.
Baca Juga:JNE Bandung Perkuat Sinergi dengan UMKM, Ruang Kolaborasi Jadi Wadah Seller Tingkatkan Daya Saing Bisnis DigitDalami Karakter Penuh Emosi, Zoe Jackson hingga Rizky Nazar Ungkap Tantangan Bintangi Sinetron Sebening Cinta
Adapun berdasarkan pantauan Jabar Ekspres pada Senin sore, trotoar di sisi belakang Tepas Lawang Salapan ditutup menggunakan jaring hijau yang dilengkapi banner pemberitahuan terkait pekerjaan pemeliharaan.
Sementara itu, pejalan kaki maupun masyarakat yang berolahraga masih memanfaatkan trotoar di sisi depan bangunan.
Di lokasi juga terlihat rangka perancah (scaffolding) terpasang pada enam tiang pertama dari arah Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Pajajaran dengan dua di antaranya ditutup menggunakan jaring hijau sebagai area pekerjaan.
Masyarakat pun diimbau berhati-hati saat melintas serta mematuhi rambu dan pengaturan yang telah dipasang selama proses pemeliharaan berlangsung.
