BANDUNG – Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Baleendah, Kabupaten Bandung berhasil ciptakan produk pupuk cair dan kompos, hasil olahan sampah organik yang ada di lingkungan sekolah.
Produk hasil pemanfaatan sampah disekitar sekolah tersebut menjadi salah satu produk yang diikutkan dalam pameran Lingkungan Hidup dalam rangka Hari Peringatan Lingkungan Sedunia tingkat Provinsi Jawa Barat.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Baleendah, Asep Suparman yang sekaligus Ketua Tim Adiwiyata menuturkan, selain memproduksi pupuk organik cair dan pupuk kompos, pihaknya juga memproduksi olahan manisan dari buah palem.
Baca Juga:Flyover Leuwipanjang-Kopo Tuntas 2021Tokoh Perempuan Berpolitik, Majukan Pembangunan
”Inovasi produk ini memang sudah menjadi agenda dalam ekstra kulikuler para siswa, dengan tujuan memancing ide kreativitas dan kepedulian anak-anak untuk selalu peduli terhadap lingkungannya,” tutur Asep, di lokasi pameran, di halaman Gedung Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Kamis (26/07).
Asep menjelaskan, ide pembuatan pupuk berawal dari penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Nasional yang di adakan oleh kementrian Lingkungan Hidup. Dan hal itu mendorong para guru dan siswa untuk bergotongroyong memunculkan ide dalam menciptakan inovasi produk yang ramah lingkungan.
”Produk ini merupakan produk pupuk alternatif yang ramah terhadap ekosistem karena menggunakan bahan yang alami seperti batang pisang dan air beras,” jelasnya.
Dia mengaku, produk yang diolah langsung para siswa remaja pecinta lingkungan SPMN 3 ini, merupakan suport dan perjuangan bersama antara guru dan siswa sejak pencarian ide hingga keberhasilan menciptakan pupuk yang alami.
”Saya berharap hasil inovasi ini dapat menjadi kebanggaan dan Pemerintah kabupaten Bandung. Kami juga berharap olahan manisan dapat di kembangkan sehingga menjadi salah satu kuliner khas kabupaten Bandung,” pungkasnya.(don/jat)
