Kepala Sekolah Pilih Walkout Saat Sosialisasi Permendiknas

Kepala Sekolah Pilih Walkout Saat Sosialisasi Permendiknas
Sosialisasi Permendiknas Tentang Komite Sokalah, Kepsek Selaku Peserta Meninggal Lokasi Saat Acara Masih Berlangsung
0 Komentar

PASIRJAMBU – Sejumlah kepala sekolah meninggalkan lokasi sosialisasi Permendiknas 75 Tahun 2016 tentang komite sekolah. Padahal kegiatan tersebut masaih berlangsung di Unit Pelaksana Tehnik (UPT) Wilayah I Gugus Tiga mencakup Wilayah Kecamatan Rancabali, Ciwidey, Pasirjambu, Soreang, Cangkuang dan Kecamatan Kutawaringin yang difokuskan di SMPN 1 Pasirjambu.

Sikap para kepala sekolah itu disayangkan sejumlah peserta lainnya, menurut mereka sikap tersebut menggambarkan kemunduran dunia pendidikan di kabupaten Bandung. Apalagi dari kehadiran para peserta dari 80 undangan yang disebar hanya sekitar 50 persen yang hadir.

”Bagaimana dunia pendidikan akan mengalami peningkatan mutu kalau peserta sosialisasi meninggal lokasi kegiatan sebelum beres, padahal ini menyangkut kredibilitas pendidikan,” jelas salah satu perserta yang tidak mau disebutkan namanya di pasirjambu.

Baca Juga:2018, Transaksi Pakai Non TunaiSaksi Tidak Tahu Keterkaitan HCL dan PLK

Menurutnya, komite sama dengan perwakilan dari para orang tua siswa yang sekolah di tiap sekolah, tapi bagaimana bisa berkualitas kalau pihak tenaga pendidik dan kependidikannya pergi begitu saja pada saat acara masih berlangsung.

”Kalau tidak mengikuti kegiatan sampai akhir, bagaimana bisa mencermati dan menyerap materi dari pemendiknas 75 tentang komite,” tukasnya

DR Dudi Warsudin SH MH sebagai nara sumber sosialisasi Permendiknas juga turut menyayangkan karena para peserta sudah meninggal lokasi sebelum kegiatan selesai, khususnya dia menyorot dari kalangan kepala sekolah dengan berbagai alasan.

”Saya sangat menyayangkan para peserta meninggalkan lokasi sebelum kegiatan selasai. Padahal permendiknas ini, salah satu jalan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya usai menjadi narasumber sosialisasi di SMPN 1 Pasirjambu, hari ini (13/12)

Menurut Dudi, sosialisasi perlu dicerna dan dimengerti oleh kadua belah pihak antara komite sekolah dengan kepala sekolah sebagai pelaksana pendidikan. Sehingga kalau sejalan antara sekolah dengan komite sekolah berjalan, maka mutu pendidikan akan meningkat pesat

”Dengan komunikasi dan terjalin komunikasi untuk menjalankan aturan tentang kependidikan, maka penibgkatan mutu pendidikan di kabupatrn bandung akan cepai tercapai,” katanya.

Laporan: Erus Rustandi

0 Komentar