Pemandu Museum Alquran Kangen Bahasa Cirebon

Pemandu Museum Alquran Kangen Bahasa Cirebon
SUHENDRIK/JABAR EKSPRES
SEKAMPUNG: Amir Syaifullah (kanan) menjelaskan koleksi Alquran berusia ratusan tahun kepada dua pengunjung museum.
0 Komentar

”Enak rasae (enak rasanya masakan Si Adoel). Dep dep bae. (makan jadi lahap). Harganya murah,” ujar Ranya, 60, jamaah haji asal Dusun Jaya Laksana, Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

Ranya tak sendiri datang ke Si Adoel. Bersama jamaah lain satu daerah. Dari Kertasmaya, Lombang dan Tinumpuk. Banyak jamaah di rombongannya yang mogok makan karena tak cocok dengan rasa hidangan catering jatah sehari dua kali.

Iwan Kargo, wakil pemilik Rumah Makan Si Adoel membenarkan, keberadaan rumah makan cukup mengobati jamaah haji yang kangen masakan Indonesia. Beroperasi hanya di musim haji. Buka 40 hari. Terbagi 20 hari selama gelombang pertama, dan 25 hari gelombang kedua. Selebihnya, perusahaan tempat kerja Iwan kembali buka lapak jadi perusahaan catering jamaah umrah. Berbendera Al Haidery Catering milik Dr Fahrurazy, warga Karawang.

Baca Juga:Siswa Harus Diberi Kesempatan MagangKasus KDRT Banyak Menguap

Pria yang di tanah air tinggal di Cilamaya, Karawang ini menyampaikan, bakso jadi menu favorit jamaah sejak Si Adoel awal buka tahun 2007. Dulu harga seporsi 5 real. Kini sudah 13 real. Harga berubah menyesuaikan kurs dan bahan baku. Harga menu lain tidak beda dengan harga kuliner di tanah air jika dirupiahkan.

Di samping itu, di Si Adoel setiap hari selalu menyiapkan menu baru. ”Di sini jual lauk pauk. Banyak yang bilang sih rasanya pas,” kata pria berbadan besar dan tinggi ini.

Bagi peminat museum pengetahuan tentang Islam, jamaah haji Indonesia bisa mendapatkan di kompleks Nabawi. Semua empat museum; Museum Nabi Muhammad SAW, Museum Alquran, Museum Asmaul Husna dan Museum Masjid Nabawi.

Khusus untuk masuk Museum Masjid Nabawi harus rombongan dan waktu dipesan sebelumnya. Di setiap museum disediakan pemandu berbahasa Indonesia. Bertugas menjelaskan isi museum dan pesan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Di Museum Alquran, Amir Syaifullah terdengar lantang memberi pesan kepada para pengunjung jamaah haji Indonesia pentingnya mengamalkan Alquran. Bukan sekadar dimiliki dan diketahui. Apalagi dipajang.

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Tarbiyah, Universitas Islam Madinah ini baru setahun setengah menjadi pemandu berbahasa Indonesia, di museum yang berumur dua tahun itu. Pemerintah Saudi mengajak para mahasiswanya memberi pelayanan kepada jamaah saat musim haji.

0 Komentar