bandungekspres.co.id, LEMBANG – Permintaan lebah madu yang dihasilkan oleh peternak madu cukup tinggi. Namun, permintaan pasar yang tinggi tidak diiringi dengan jumlah peternak lebah madu di setiap daerah termasuk di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Saat ini, hanya beberapa orang saja yang konsisten membudidayakan lebah madu tersebut.
Salah seorang peternak lebah madu Sari Alam Maribaya, Koswara, 37, mengungkapkan, masa panen madu sudah berlangsung sebulan lalu, sementara hingga kini permintaan dari pasar terus ada. Bahkan, permintaa sudah merambah ke Jakarta dan Makassar Sulawesi Selatan. ’’Memang permintaan cukup tinggi sehingga kami juga kewalahan. Dua bulan lagi kita akan panen lagi,’’ kata Koswara yang memiliki tempat jualan madu di Desa Langensari, Kecamatan Lembang, kemarin.
Menurut dia, masih banyak warga yang tidak sadar bahwa beternak lebah madu sangatlah mudah karena hanya cukup menyediakan lahan yang cocok seperti di hutan. Beternak lebah madu pun hasilnya cukup menggiurkan karena harga satu kilogram madu bisa dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. ’’Bisnis ini menjanjikan, tapi masih jarang orang yang mau menekuninya. Paling potensial itu warga desa hutan karena tidak perlu repot cari pakan, karena di hutan itu kan tumbuh berbagai jenis tanaman yang bisa jadi makanan lebah,’’ katanya.
Baca Juga:Harga Sembako Cenderung StabilBKKBN Gandeng Kodam III/Siliwangi, Bersinergi Tuntaskan Masalah Kependudukan
Di tempat penangkaran lebah miliknya, setidaknya terdapat 300 koloni atau sarang lebah yang dipanen tiga kali dalam setahun. Empat jenis lebah yang ditangkarkan di antaranya apis cerana, apis melipera, apis trigona dan apis dorsatauntuk. ’’Bisa dibilang, penangkaran lebah cocok dimana pun tempatnya asalkan yang penting pakannya harus cukup, sumber airnya ada, dan tidak ada polusi udara dan suara karena lebah itu suka di tempat yang tenang. Tapi yang paling cocok ya di hutan karena tumbuh berbagai jenis tumbuhan, lebah bebas memakan apa saja yang tersedia di hutan,’’ ungkapnya.
Kendala beternak lebah di kota, lanjut dia, adalah banyaknya polusi udara dan pestisida yang dapat mengganggu pakan serta menyebabkan lebah mati meski lebah mempunyai sensor yang bisa membedakan mana pakan yang tercemar polusi atau tidak. ’’Namun tetap, madu yang dihasilkan peternak di kota kualitasnya jauh berbeda dengan yang di hutan karena pengaruh polusi tadi. Karena semakin banyak jenis pakan yang dimakan maka kualitas madu juga semakin bagus, di sini saja ada 400 jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan jadi pakan, paling dominasi tanaman kaliandra,’’ bebernya.