Koswara juga menerangkan, saat musim hujan biasanya lebah lebih malas mencari pakan dan hanya mau diam di sarangnya. Hal ini jelas akan dapat mengganggu kualitas hasil panen karena lebah akhirnya memakan madu di sarang. Namun disaat mahalnya harga madu, ada segelintir oknum yang menjual madu palsu tapi dengan harga yang sangat terjangkau antara Rp 70-100 ribu/botol. Padahal, kata dia, madu asli tidak bisa dijual dengan harga di bawah Rp 100 ribu. ’’Masyarakat masih banyak yang tertipu, cara gampang untuk mengetahui apakah madu yang dikonsumsi asli atau tidak biasanya dengan melihat apakah madu tersebut dikerubuti semut atau tidak, umumnya masyarakat tahunya madu palsu akan dikerubuti semut. Tapi semua semut juga pasti suka madu, bahkan yang asli juga karena ada unsur gula, tapi tidak semua jenis semut suka madu,’’ terangnya.
Contoh lain, biasanya madu asli tidak akan kering saat ditempelkan di telapak tangan. Serta bila diteteskan ke gelas berisi air bening yang masih panas, madunya akan mengendap ke bawah sedangkan airnya tetap jernih.
’’Memang ada juga yang memaksakan untuk berdagang madu tapi dengan campuran alias palsu. Padahal, sangat disayangkan madu yang palsu itu,” tandasnya. (drx/vil)