oleh

Anra Nosa, Bintara Polri yang Berprestasi di UN Police

Anra Nosa berhasil ”menaklukkan” para jenderal dan perwira menengah yang menjadi anak buahnya dengan pandai-pandai menempatkan diri. Dipercaya jadi team leader setelah berhasil mengatasi demonstrasi besar.

GUNAWAN SUTANTO, Jakarta

MEDIASI yang berjalan lancar itu akhirnya selesai. Para kepala suku yang semula bersitegang sepakat untuk mengakhiri perkelahian di area pengungsian

Satu per satu meninggalkan markas United Nations (UN/PBB) Police di Juba, Sudan Selatan, itu. Kecuali seorang kepala suku yang justru memilih menghampiri Anra Nosa. ”Maukah kamu menjadi menantu saya?” tanyanya dengan mimik serius.

Baca Juga:  Curug Cigetruk, Destinasi Wisata Baru Kabupaten Cirebon

Polisi berpangkat bripka tersebut tentu saja kaget. Dia meyakinkan si kepala suku bahwa dirinya telah menikah. ”Tapi, dia tidak peduli dan terus merayu saya agar mau menjadi menantunya,” kenang penyidik Ditreskrimum Polda Riau itu.

Rupanya, kepala suku tersebut kepincut dengan pendekatan humanis Anra selama proses mediasi yang berlangsung pada Januari lalu itu. Akhirnya, setelah terus diyakinkan, si kepala suku bisa menerima bahwa bintara 33 tahun tersebut telah memiliki istri di Indonesia.

Baca Juga:  IPM Depok Bersama Saung Indonesia Adakan Webinar Advokasi di Bulan Ramadan

”Padahal, yang saya lakukan itu ya biasa saja kalau di Indonesia,” kenang Anra yang saat ini masih berada di Juba dalam perbincangan dengan Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) via aplikasi chatting.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga