’’Insya Allah para ulama dan ustad di sini punya komitmen yang sama. Tinggal umaro yang bergerak. Harus ada kesepakatan lawan narkoba dengan tindakan saat ini,” tegasnya.
Dukungan itu juga hadir dari Ketua BPMPD Deni yang telah berkoordinasi dengan BNNK untuk merealisasikan tesurin di tiap desa. ’’Waktunya belum kami tentukan. Tapi pasti kita akan lakukan,’’ tuturnya.
Menurutnya, pengetesan urine pada staf desa untuk memersempit akses para bandar narkoba. Selain itu, agar desa sebagai perangkat kepemerintahan di level masyarakat, bisa maksimal mengabdi pada masyarakat. ’’Kalau bersih dari narkoba, kepemimpinan akan maksimal,’’ ucapnya.
Baca Juga:Dorong Pembangunan untuk Kurangi PengangguranHarus Berpihak untuk Kepentingan Masyarakat
BNNK Kabupaten Bogor siap untuk melakukan pengetesan tersebut. Terlebih, kasus narkoba di kalangan aparat desa. Pengetesan urine bakal dilakukan secara dadakan secara bertahap. Hingga mencapai ke seluruh desa di Kabupaten Bogor. Teknis pelaksanaannya juga, seperti yang dilakukan selama ini. (azi/vil)
